Heboh Beras Plastik

Share:

foto: cnnindonesia
Oleh: SURYANA
Ini sangat menggelikan. Disaat Indonesia harus mengimpor beras akibat tak sanggup swasembada beras, ironis Cina malah membuat beras plastik. Apa sih yang dipikirkan para pejabat dan pengusaha negeri ini hingga tak sanggup menghalau derasnya suplai dari luar, pas ditipu mentah-mentah baru belakangan sadar. 

Telat ah, seharusnya ini sudah terpikirkan sejak lama bahwa Indonesia akan menjadi bulan-builanan bangsa asing. Tidak hanya deras penjualan dan pembelian smatphone Cina, kini beras plastik yang notabene buatan negeri bambu itu.

Penelusuran di Pasar Induk Tanah Tinggi, Tangerang, menemukan perbedaan antara beras plastik dengan beras asli. Beras plastik (putih) kalau dicium tidak beraroma beras. Sementara beras asli tercium aroma beras, artinya ada wangi padi jika itu asli.

Di sisi lain bentuk bera secara kasatmata, warna beras putih tidak sepenuhnya putih, ada beberapa bagian beras berwarna berwarna coklat muda. Selanjutnya beras plastik lebih licin dibanding beras asli. Untuk menguji keaslian beras paling efektif dengan cara dibakar. Beras plastik akan cepat terbakar jika disentuh api. Sementara beras asli jika dibakar akan menebar wangi beras dan tidak terbakar seperti halnya plastk.

Hebatnya, cukup banyak bangsa kita yang mengonsumsi beras plastik. Tinggal menunggu waktu, karena konon menurut hasil pemeriksaan, beras plastik itu mengandung racun dan bisa menyebabkan kanker dan kematian.
Wow mengerikan sekali. Kasus ini terbongkar setelah situs penyedia video (youtube) menayangkan  video tentang cara membuat beras plastik.  

Isu yang berkembang dengan istilah beras sintetis. Awal mencuatnya kasus ini setelah salah seorang penjual bubur di Bekasi, Dewi Septiani, mengaku membeli beras bersintetis. Dewi mengaku membeli enam liter beras yang diduga bercampur beras plastik. Beras tersebut dibelinya di salah satu toko langganannya. Harga beras itu dijual Rp8.000 per liter. Dewai mulai curiga saat beras tersebut mulai diolahnya menjadi bubur.

Persoalannya, tidak cukup ribut, memeriksa pasar, juga harus ada tindakan tegas dari pemerintah untuk membuat regulasi anti beras sintetis. Jika bahan paralon itu ternyata bahan dasar pembuatan beras plastik, orang Cina menganggap kita manusia sintetis yang mau mengonsumsi plastik.(*)

No comments