Perda No. 16 Tahun 2012 Kota Bandung

Share:

Oleh: SURYANA

KALAU mobil apa pun memaksa parkir seenaknya di lokasi berambu leter S (Dilarang Berhenti), pasti langsung digembok petugas. Tukang gembok itu adalah tim gabungan dari Dishub Kota Bandung, Satpol PP, TNI, dan Polri. Kalau sudah kompak seperti itu, mobil pembawa gembok roda pun akan terhenti. Waw, ada deretan mobil parkir bukan di area semestinya. “Ini dia santapan kami,” gumam seorang petugas dari tim gabungan itu.

Jangan pikir kunci gemboknya seperti gembok pintu, ini mah kunci gembok besar, bundar, dan sengaja diwanai kuning biar ngejreng. Gembok besar itu mengunci roda mobil agar tidak bisa jalan. Mobil sehebat apa pun pasti tidak bisa maju.

Prosedurnya, petugas memasang gembok di ban depan bagian kanan. Pemilik mobil saat penguncian tidak berada di lokasi. Setelah itu, kaca mobil depan dipasang segel oranye milik Dishub Kota Bandung yang bertuliskan;

Pengemudi Kendaraan ini: Melanggar Perda Nomor 16 Tahun 2012, dan Perda Nomor 03 Tahun 2005 Jo Perda Nomor 11 Tahun 2005 dan Dilakukan Penguncian Roda Kendaraan untuk selanjutnya pengemudi menghubungi Dinas Perhubungan Kota Bandung Kantor UPT Parkir Jalan Babatan No.4 Bandung, Telp (022) 4203571.


Jika ada yang protes karena tidak setuju dengan langkah petugas, maka urusannya di kantor. Itu akan lebih baik, karena penegakan hukum itu harus dilakukan secara tegas dan adil. Dampaknya, supaya kota ini tertib, masyarakat pun sadar dan taat aturan. Semua orang akan merasakan kenyamanan dan keamanan(*)

No comments