DS, Sang Koruptor Pajak itu Akhirnya Dipenjara

Share:
DS (mengenakan kaos) tersangka kasus korupsi pajak senilai Rp5,9 miliar, diserahkamn kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Selama 20 hari DS mendekam di Rutan Kebonwaru untuk menjalani persidangan. Foto: Isur

BANDUNG (6/5/2015) - Kepala Bagian Umum Direktorat Jendral Pajak Jawa Barat Haryono memberi keterangan pers setelah menyerahkan berkas berikut tersangka pelanggaran wajib pajak berinisial DS. Akibat penggelapan pajak itu negara dirugikan sebesar 5,9 milliar rupiah. DS yang asalnya tahanan Polda Jawa Barat kini harus mendekam di dalam sel tahanan kejaksaan di Rutan Kebonwaru Bandung selama 20 hari.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak atau DJP Jawa Barat Satu telah menyerahkan tersangka penggelapan pajak berinisial DS ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Rabu kemarin. Selain tersangkanya, barang buktinya juga turut diserahkan.

Penyerahan tersangka dan barang bukti ini merupakan tindak lanjut dari penangkapan terhadap tersangka DS pada 11 Maret 2015 lalu. Penangkapan dilakukan tim Polda Jawa Barat berdasarkan permintaan bantuan dari Kanwil DJP Jawa Barat I.

DS merupakan direktur CV TC di Bandung yang bergerak di bidang pupuk. Dia ditetapkan tersangka karena tidak menyetorkan pajak pungutan, Ppn ke kas negara yang telah dipungutnya dari seseorang atau dari pembeli pupuk. Akibat perbuatannya, negara dirugikan sebesar 5 miliar rupiah. 

Medio Februari 2015 lalu, Kanwil DJP Jawa Barat I telah menyerahkan dua tersangka dengan kasus yang sama atau penggelapan pajak ke Kejati Jabar. Dua tersangka itu tidak menyetorkan PPN ke kas negara yang telah dipungutnya. Nilai kerugiannya cukup besar mencapai 12,4 miliar rupiah. 

Haryono mengaku, selain dua tersangka ini, kasus pajak masih terus berlanjut dan pihaknya tidak akan tinggal diam untuk terus memburu tersangkanya. Jika sudah dikumpulkan keterangan dan data lengkap, Haryono meminta bantuan polisi untuk menangkap para tersangka untuk kemudian diserahkan kepada kejaksaan tinggi.“Saya terus memburu para penjahat pajak,” tandas Haryono.(isur)


No comments