Prof Mahmud Jadi Rektor UIN SGD Bandung 2015-2019

Share:
MENANG TELAK.  Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, terpilih sebagai rektor baru untuk masa jabatan 2015-2019. Dia unggul dari dua lawannya dengan perolehan 44 suara dari 59 pemilih. Foto: Isur
BANDUNG - Prof Dr H Mahmud, Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan menang telak dan terpilih sebagai rektor Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung. Dari 59 pemilih, Mahmud mengantongi 44 suara, sementara lawannya Prof Supiana (Wakil Dekan Tarbyah) hanya mendapatkan 2 suara, dan nomor urut 3 Prof Dr Endin Nasrudin sebagai Guru Besar fakultas Psikologi 13 suara.

Pemilihan rektor baru UIN Bandung yang berlangsung rabu sore (6/5) di ruang rapat senat, di jl AH Nasution Bandung itu, untuk masa jabatan 2015-2019. Di dalam ruang pemilihan, para anggota senat, para kepala biro dan direktur pasca terkonsentrasi dalam prosesi pemilihan.


Sedangkan di depan rektorat ratusan mahasiswa menggelar orasi menghendaki pemilihan rektor berjalan jujur dan demokratis. Mantan rektor UIN Bandung sebelumnya Prof Dr Dedy Ismatullah tidak datang dalam prosesi empat tahunan itu. Sehingga daftar absensi kehadiran hanya diisi 59 pemilih. Dedy tidak hadir karena alas an politis dan kecewa terhadap pemecatan menteri agama atas dirinya sebagai rektor UIN Bandung.

Pemilihan rektor tadinya diikuti lima calon, namun setelah diverifikasi administrasi dari lima calon mengerucut menjadi tiga calon rektor. Salah satu dari lima itu berasal dari IAIN Antasari Banjarmasin bernama Muzibun Rohman.

Selepas pembacaan hasil pemilihan yang dimenangkan Prof Mahmud, ketua Senat UIN Bandung Prof Endang Soetari, panitia, dan para saksi segera menandatangani berkas acara pemilihan disaksikan seluruh guru besar dan sivitas akademika UIN  Bandung. Sehingga Prof Mahmud resmi dinyatakan sebagai pemenang secara terbuka.

Dalam konferensi pers di ruang rapat dekanat fakultas tarbiyah dan keguruan, rektor tepilih Prof Mahmud berkomitmen membangun UIN Bandung semakin baik. Banyak yang akan dia rombak dalam sistem dan manajemennya. Namun tidak mengabaikan program pemimpin UIN sebelumnya.

Selain berjargon ngahiji-kahiji, Mahmud juga akan menerapkan pola silih asah, silih asih, silih asuh, dan silih wangi. Pola itu dia curahkan kelak saat mulai memimpin UIN Bandung selepas dilantik menteri agama.

"UIN Bandung juga akan menambah jumlah guru besar, menaikan tingkat derajat para doktor. UIN akan inovatif, kreatif, dan akan manggung di tataran nasional dan internasional sebagai perguruan tinggi Islam yang punya wibawa," kata Mahmud di hadapan sejumlah awak media.

Mengenai inovasi, Mahmud akan lebih memilih dan memegang prinsip manajemen berkah. Artinya, kata dia, bersih lahir batin, kuat akhlaknya. Di sisi lain, Mahmud juga akan mengkaji sejumlah program studi (prodi) yang tidak sesuai dengan nafas kekinian. Tidak akan membuat prodi yang tidak visioner.

Bahkan, Mahmud juga akan merombak humas menjadi sebuah lembaga non-struktural yang digarap oleh para ahli dan dosen handal. Humas sangat menentukan kemajuan UIN Bandung.

Lembaga Kehumasan nantinya akan bisa menjual UIN ke sejumlah belahan dunia. "Jika memungkinkan pejabat humas harus bergelar doktor," tandas Mahmud.(Isur)

No comments