ARANKO SEGEL KANTOR KONI JABAR DI BANDUNG

Share:

BANDUNG - Akibat kesal  menyikapi Laporan Pertanggungjawaban Kinerja Keuangan periode 2010–2014 berupa dana hibah APBD Rp367 miliar yang tak kunjung jelas, 50 anggota Aranko (Aliansi Rakyat Anti Narkoba dan Korupsi)  menyegel Kantor KONI Jabar, Kamis (5/11).

Aksi segel itu membuat kaget karyawan yang bekerja di kantor KONI Jabar. “Kaget atuh sama unjuk rasa ini. Belum selesai urusan keuangan, kemarin (25/10/2015 –red) ada pengurus KONI Jabar ditangkap BNN karena narkoba”, ujar seorang karyawan Kantor KONI Jabar yang hari itu terpaksa tak bisa masuk kerja.

Menurut Nurhadi, Korlap ARANKO, kekesalan masyarakat ini sudah pada tahap ubun-ubun. “Uang rakyat dipakai seenaknya. Terus, pimpinannya TNI aktif. Ini melanggar UU SKN No 3 Tahun 2005 dan UU RI No 34 tentang TNI pasal 47. Hak sipil diserobot”, ungkap Nurhadi.

Hari itu, ARANKO usai menyegel paksa pintu masuk ke gedung KONI Jabar di Jl. Pajajaran Bandung, mereka berangkat ke Gedung DPRD Jabar di Jl. Diponegoro Bandung. “Di gedung wakil rakyat ini kami ingin memperkuat tuntutan yang sama di KONI Jabar tadi. Jangan-jangan disini pun ada anggota DPRD Jabar mendiamkan kasus ini. Penyebabnya karena ada kepentingan”, jelas Nurhadi yang selama ini mendukung gerakan FPOR (Forum Penyelamat Olahraga) Jabar yang dipimpin Eka Santosa.

Selama ini FPOR terbilang getol mengkritisi kebobrokan KONI Jabar sejak beberapa tahun terakhir ini. Nurhadi berharap, KONI Jabar bersih dari kaum koruptor, termasuk penyalahgunaan narkoba. “Ini seperti menampar kita”, tandasnya.

Menyangkut keberhasilan perhelatan PON XIX Tahun 2016 di Jabar, harapan ARANKO semoga tidak terganggu oleh kasus ini. ”Justru itu KPK, BNN, BPK, dan yudikatif harus memeriksa dengan segera. Jangan tunggu bola saja”, kata Nurhadi.(Isur)

No comments