Cagub Jabar Jadi Saksi Pernikahan Kepala SMAN 9 Bandung

Share:


DIYAKINI, cintalah yang menyatukan dua insan ini, tetapi ada hal lain yang cukup membuat para pemerhati terkagum-kagum melihatnya. Pernikahan duda dengan janda yang unik dan disaksikan seorang calon gubernur Jawa Barat, Eka Santosa.

Kepala SMAN 9 Bandung Agus Setia Mulyadi berusia 50 tahun duda berputeri empat, menyanding seorang guru bernama Popi Rofiqoh berumur di atas 40 tahun janda beranak tiga. Popi Rofiqoh kini berprofesi sebagai pengelola sebuah Taman Kanak-kanak di kota Bandung.

Tidak ada kata terlambat, kata Eka Santosa Ketua Umum DPP Gerakan Hejo, mantan Ketua DPRD Jabar (1999 -2004) dan Ketua Komisi ll DPR RI (2004–2009). Pernikahan berlangsung khidmat di Bale Gede Alam Santosa, Pasir Impun Kabupaten Bandung.

“Kepada mempelai pria, saya bersimpati karena memiliki persoalan dengan walikota Bandung Ridwan Kamil. Solusinya, lakukanllah perlawanan secara hukum demi tercapai keadilan,” ucap Eka Santos usai akad nikah para mempelai.  

Rasa simpati Eka Santosa terkait persoalan yang menimpa 19 kepala sekolah dari Pemkot Bandung 20 Oktober 2016 lalu. Kala itu Walikota Bandung Ridwan Kamil, mengeluarkan sanksi skorsing tiga bulan, dan penundaan kenaikan pangkat tujuh kepala SD negeri. Begitu pun kepada sembilan kepala SDN dan SMPN, mereka diberhentikan dari jabatannya. Selanjutnya, memberikan tindakan tegas kepada lima kepala SMAN favorit, termasuk di dalamnya kepada SMAN 9.

Sang pengantin pria pun ikut bicara. "Saya disebut kepala sekolah pungli. Ini menyakitkan secara pribadi maupun keluarga besar SMAN 9 lahir bathin.  Tuduhan itu tidak benar. Sejak awal saya melawan. Ini selaras dengan anjuran Kang Eka Santosa,” kata Agus sembari memperkenalkan istri yang baru dinikahinya. Penentuan nasibnya pada 15 Februari 2017, setelah lembaga SMA dan SMK dilimpahkan ke Pemprov Jabar. Akan di posisi manakah nasib jabatan Agus?

Dukungan Gerakan Hejo 
Terkait acara pernikahan Agus dengan Popi setelah duka lara wafat istri pertamanya Nani Taufiq Nuroni pada 31 Oktober 2016 lalu di Bandung, Eka Santosa memberikan perhatian khusus.

”Secara pribadi keutuhan keluarga Kang Agus bisa terbina kembali secara utuh. Termasuk, persoalan yang mengganjal karirnya sebagai kepala sekolah bisa dipulihkan secara terhormat,” tandas Eka yang mendukung dan mengadvokasi Agus melalui Gerakan Hejo.  

Alhasil, pernikahan yang terjadi di Alam Santosa yang menurut Eka terbilang unik, memunculkan banyak harapan. ”Semoga Kang Agus setelah mampu menyelesaikan persoalan pribadi dan keluarganya, memiliki kekuatan untuk menghadapi persoalan ini,”.

Yang lebih utama menurut Eka dari permasalahan di dunia pendidikan ini, para pembuat keputusan di kedinasan khususnya, perlu kehati-hatian ekstra. “Jangan terkesan menindak gejala penyimpangan dengan serampangan. Apalagi tindakan bagi para guru, yang lazim dijadikan sebagai objek. Bukan subjek seperti yang kita inginkan”.

Sementara menurut Iwan Hermawan, Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Kota Bandung, yang juga kakak kandung mempelai wanita, sebaiknya terkait masalah Agus Setia Mulyadi menunggu keputusan tanggal 15 Februari 2017.

”Kita tunggu keputusan itu. Disesalkan sejak lama oknum di lingkungan Disdik yang menitipkan ratusan calon peserta didik pada PPDB Kota Bandung 2016, kenapa tidak ditindak?” ucap Iwan yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana di SMAN 9 Bandung itu.(isur)

No comments