Musisi Gaek "Deni Ozenk" Pimpin Partai Berkarya Tasik

Share:



LAMA Tak muncul di dunia musik, tiba-tiba muncul menjadi penentu partai besutan Tommy Soeharto di Kabupaten Tasikmalaya. Deni Ozenk yang populer dengan Ozenk Percussion. Menginjak usia 43 tahun, watak populis di dunia politik mulai ia bangun sejak mengenal 'alam politik'. Entah kebetulan atau sudah dirancang jauh-jauh hari. Deni Ozenk akhirnya berlabuh di kiprah jajaran politisi partisan.

Dulu waktu bermain musik sejak 1994 di Ozenk Percussion Management, Deni Ozenk punya alasan untuk menghibur masyarakat. Kini di blantika dunia politik, ia juga punya alasan hanya ingin membahagiakan orang. "Sudah saatnya saya mengabdi kepada rakyat," kata Deni Ozenk yang kini menjabat Ketua DPD Partai Berkarya Kab. Tasikmalaya, kepada IntroNews.my.id Kamis (5/10/2017).

Selain akan menciptakan kader partai yang handal dan militan, presenter Alas TV (TV online), pemilik nama lengkap Deni Tudirahayu itu juga ingin lebih banyak berbuat untuk Jawa Barat, khususnya Kab. Tasikmalaya.

Seperti dikatakan Eka Santosa, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat, kedudukan Deni Ozenk saat ini sekaligus menggantikan seniornya R. Saptaji. DPW Jawa Barat selanjutnya memposisikan R. Saptaji (Tito) pada kedudukan lebih terhormat di Dewan Penasehat DPD Berkarya Kab. Tasikmalaya. "Kolaborasi anak muda dengan senior yang sangat sempurna dan hebat," kata Eka Santosa.

Ada yang unik dengan sepak terjang Deni Ozenk, meski ia dulunya master dibidang musik, namun ternyata ia juga cakap memimpin suatu perkumpulan. Sehingga tidak sedikit koleganya tercengang mendengar kabar Deni Ozenk memipin partai politik. "Awalnya sangat mengherankan, tetapi Mang Ozenk memang hebat dan pandai memimpin," kata Harri Safiari, senior wartawan di Bandung.

Deni Ozenk mengaku siap tempur untuk verifikasi faktual DPD Partai Berkarya Kab. Tasikmalaya di KPU. Jauh-jauh hari ia sudah mengerjakan sosialisasi bersama timnya di seantero Kab. Tasikmalaya. Tidak ada kesulitan yang berarti meski ia harus berkeringat mengumpulkan KTA maupun KTP untuk persyaratan verifikasi.

“Paling dekat, konsolidasi kepengurusan DPD dan DPC. Lalu, fokus persiapan verifikasi faktual KPU. Dan pengembangan ekonomi kerakyatan di Tasikmalaya,” papar Deni Ozenk.

Suami Bunga dan bapak dari M Dashell Cheekala Denga (5) dengan Langit Sadajiwa Bagja Denga (2) mengaku, keberaniannya memimpin Partai Berkarya di Kab Tasikmalaya, lebih disebabkan karena banyak belajar dari Eka Santosa di Gerakan Hejo (bidang lingkungan hidup) dan BOMA Jabar (bidang budaya dan adat).

Karakter Kab. Tasikmalaya yang luasnya 2.708,81 km2  atau 270.881 ha, secara administratif terdiri dari 39 Kecamatan, 351 desa, dengan jumlah penduduk 1.736.000 jiwa (data 2015). Jika dicermati, untuk trend 5 tahun ke depan terutama ekonomi, pertanian, dan industri, termasuk peta sisial -politiknya, punya ciri khas.

Pria terah Sukapura dari pasangan Dana Sumitra Natadisastra dan Tuti Suryati, sejak lama tinggal di Jl. Sukaraja No. 150 Mangunreja, Singaparna, Kab. Tasikmalaya. Sesumbarnya, hal-hal positif dari kepemimpinan sebelumnya ia akan teruskan.

Bersama pasukan elitnya di DPD Berkarya kab. Tasikmalaya, seperti Ida Royani (Wakil Ketua), Iman Darajat (Sekertaris), dan Ir. Yadi Suryadi (Bendahara), siap menerima kehadiran HMP (Hutomo Mandala Putra) selaku Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya ke Tasikmalaya dalam waktu dekat ini.

Siapa Deni Ozenk itu?
Selama ini ia kita kenal dengan sebutan Ozenk Percussion Management sejak 1994. Kiprahnya kental dan identik dengan dunia panggung hiburan di Tanah Air. Pada riwayat kelompok Band Krakatau (al. Dwiki Dharmawan & Iie Tri Utami), nama panggung Ozenk selaku perkusionis, sebenarnya bernama Deni Tudirahayu. 

“Dulu kawan-kawan suka memanggil Ozenk. Ya tak mengapa bagi saya mah, senang-senang sajalah," ujarnya. Ia paling suka kalau ada orang bertanya ”Apa hubungan nama Ozenk dengan Deni Tudirahayu? Kata Deni Ozenk, hubungannya baik-baik saja. "Tokh, orangnya itu-itu juga!” tandasnya.

Siapa Deni Ozenk itu sebenarnya? Dalam salah satu laman milik Joggie Natadisastra yang dibangun era 2000-an, ada tercuplik, Deni Tudirahayu is a superb musician, composer, performer and visual artist from Bandung, West Java - INDONESIA. He has performed with well know Indonesian contemporary fusion band with Krakatau  Band like the mix between traditional percussion and modern percussion.

“Ya, itu sebagian tentang saya ketika aktif di dunia seni musik,” kata lulusan STSI Denpasar Bali (1995), yang program D-3 nya diselesaikan di STSI Bandung (1994).  Kisah berlanjut, usai menyandang gelar Sarjana Seni, Deni Ozenk di era akhir 2000-an usai “gocek sana-sini” di beberapa stasion TV nasional dalam program musik dan pentas besar lainnya, bergabunglah dengan Krakatau Band yang sempat mewakili Indonesia dalam missi kesenian ke mancanegara.

Sempat tiga tahun menjadi tenaga pengajar di Negeri Kangguru Australia (2001–2003), Sidney University, ANU Canberra, dan Armadale University- Gold Coast). Namun, kerinduan ke tanah Parahyangan sering muncul. Akhirnya, kembali lagi ke Indonesia.

Di Pemilu Legislatif 2014, melalui partai NasDem ikut nyaleg di kota Banjar, Jawa Barat. Itu pengalaman berharga, namun dewi fortuna belum berpihak kepadanya saat itu. Sekarang, Deni Ozenk ditugaskan memimpin partai Berkarya di Kabupaten Tasikmalaya. 

Supaya yakin, Deni Ozenk pun sempat memperlihatkan surat bernomor SK32/DPP/Berkarya/X/2017 tentang Pengesahan Pengurus DPD di Kab. Tasikmalaya (2017–2022). SK itu ditetapkan di Jakarta pada 3 Oktober 2017), ditandatangani Ketua Umum Neneng A Tutty dan Sekjen Badaruddin Andi Picunang.(isur)

No comments