"Super Hero" Segera Atasi Bencana di Jabar

Share:


JAKARTA - Diawali dari laporan bencana di Kab. Cianjur, Jawa Barat, tanah longsor di Desa Waringinsari, Kecamatan Takokak, pada hari Minggu 1 Oktober 2017 sekitar pukul 17.30 WIB. Penyebabnya, struktur tanah labil dan hujan deras.

Longsor pada 5 dusun itu berdampak terhadap 800 Kepala Keluarga (KK), dengan 138 rumah rusak berat, 103 rumah rusak sedang, 139 rumah rusak ringan, dan 420 rumah terancam longsor. Tidak ada korban jiwa, namun akses jalan tidak bisa dilewati dengan 5 titik jalan tertimbun dan satu titik jalan terputus.

Wajah Jawa Barat tiba-tiba mencekam saat adanya laporan BPBD dan Tim SAR di lokasi kejadian lainnya, Sabtu (7/10/2017). Sedikitnya 17 titik di Kab. Pangandaran terdampak banjir dan longsor akibat hujan deras.

Ada empat nyawa melayang akibat bencana di Pangandaran, ratusan warga terjebak banjir. Semua orang pun turut prihatin, tidak hanya warga di Jawa Barat melainkan juga para legislator di Senayan Jakarta.

"Saya prihatin dengan terjadinya bencana tanah longsor dan banjir bandang di Pangandaran. Saya juga turut berduka atas terjadinya korban meninggal dalam bencana itu. Bencana alam bisa terjadi karena alam itu sendiri atau karena ulah manusia". Begitulah surat keprihatinan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dr. H.E. Herman Khaeron melalui aplikasi whatsapp (WA) yang ditujukan untuk awak media di Bandung, Minggu (8/10/2017).

Tidak hanya itu, isi Surat Pernyataan Herman Khaeron (Super Hero) berikutnya menyebutkan, terkait bencana di Pangandaran, yang paling penting tanggap darurat untuk meminimalisir dampak korban jiwa dan upaya penanganan penyelamatan warga.

Pihak berwajib harus melakukan investigasi penyebab bencana. Jika ada indikasi karena perbuatan seseorang, kata Super Hero itu, maka harus ditindak sesuai Undang Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

"Ditambah lagi, Undang Undang tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 tahun 2009. Komisi VII DPR RI segera turun ke lapangan untuk mengimplementasikan dua Undang Undang tadi," tandas Herman Khaeron yang juga anggota Fraksi Partai Demokrat itu.

Bagi perusak alam yang mengakibatkan kerugian masyarakat banyak, kata Herman Khaeron dalam suratnya itu, jangan pernah ada keraguan untuk segera ditindak. Jabar ini wilayahnya tidak pernah bertambah, tetapi penduduknya paling besar di seluruh provinsi di Indonesia. "Sehingga eksploitasi sumberdayanya terus bertambah," kata politisi yang digadang-gadang masuk bursa calon gubernur Jabar dari Partai Demokrat itu.

Paling penting dari peristiwa itu adalah tindakan tegas aparat kepada perusak hutan, sehingga Super Hero bersama tim dari komisi VII juga akan menyusuri persoalan ini lebih detail. "Tentu kalau tidak diatur dan dijaga akan terjadi kerusakan dan berdampak negatif. Harus segera ditangani, karena bencana merupakan sinyal terjadinya kerusakan ekosistem," pungkasnya.(isur)

Foto 1: Dok. Hero
Foto 2: Dok. Basarnas Bandung

No comments