Herman Khaeron Masuk Kriteria Anggota DPR Teladan Versi Panggung Indonesia

Share:



BERHENTILAH menghujat anggota dewan secara keseluruhan. Sebab, citra buruk lembaga parlemen hanya dirusak oleh segelintir oknum. Pada dasarnya, hampir semua anggota dewan di senayan Jakarta itu memenuhi kriteria sebutan anggota dewan.

Anggota dewan yang dikecam itu kesalahannya bukan hanya pada dirinya, tetapi pada pemilih atau konstituennya. Salahnya sendiri, kenapa memilih calon anggota dewan yang amoral atau inkonsisten.

Yang menarik justru versi pemikiran dan langkah Panggung Indonesia (PI). Lembaga ini, seperti yang dikutip JPNN, justru memunculkan 10 anggota dewan yang layak dijadikan contoh anggota dewan yang sebenarnya.

PI memberi tiga kriteria penentu terhadap 10 anggota dewan teladan. Tiga kriteria itu antara lain: pertama, tidak kontroversi diduga terlibat kasus korupsi. Kedua, volume kehadiran yang tinggi dalam setiap rapat komisi maupun alat kelengkapan DPR lainnya. Ketiga, aspiratif sering turun ke lapangan menemui konstituen.

Ke-10 anggota dewan yang memiliki kriteria tersebut layak dijadikan teladan menurut versi konsultan independent Panggung Indonesia ini. Publik mesti tahu di jaman zow masih ada anggota DPR yang memiliki track record (rekam jejak) dan kinerja sangat baik.

Para anggota dewan yang mendapat predikat dewan teladan, terbaik, dan layak diberi penghargaan antara lain: Firman Soebagyo (Fraksi Golkar), Lukman Edy (F-PKB), Taufik Kurniawan (F-PAN), Ahmad Basarah (F-PDIP), Herman Khaeron (F-Demokrat), Zulkieflimansyah (F-PKS), Martin Hutabarat (F-Gerindra), Nurdin Tampubolon (F-Hanura), Reni Marlinawati (F-PPP), Jonny G Plate (F-NasDem).

Plakat dan piagam penghargaan diserahkan Chief Executive Officer Panggung Indonesia (PI) Ichwanudin Siregar di Jakarta, belum lama ini. Ichwanudin mengatakan, PI sebagai lembaga independen dari luar lembaga DPR melihat secara jernih tanpa adanya pesanan dalam menetapkan keterpilihan wakil rakyat terbaik itu.(isur)

No comments