Hero: Gas Elpiji 3 Kg Jelang Natal & Tahun Baru Harus Aman

Share:



ADA kegembiraan, ada pula rasa kesal di masyarakat, terutama jika terjadi kenaikan dan kelangkaan gas LPG 3 kg menjelang natal dan tahun baru. Kelangkaan dan harga gas LPG 3 kg melambung biasanya terjadi akibat kurang pengawasan dari pihak terkait.

Namun demikian, untuk menghindari peristiwa tahunan itu, Komisi VII DPR RI segera bersikap, bahkan memastikan distribusi gas LPG 3 kg di pulau Jawa menjelang hari besar perayaan Natal dan Tahun Baru tidak terkendala.

Sikap itu ditunjukan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Herman Khaeron terhadap sejumlah laporan soal kelangkaan gas di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero ini menegaskan, DPR RI sudah meminta Pertamina agar distribusi gas menjelang akhir tahun tidak mengalami kendala. “Kami memantau, dan kami pastikan distribusinya aman, sehingga kelangkaan bisa dicegah,” tandas Hero, di Bandung,  akhir pekan lalu.

Analisa Hero, kelangkaan gas LPG 3 kg terjadi karena banyak faktor. "Jika ada penyelewengan, maka kami akan berkordinasi dengan Polri untuk penindakan," tandasnya lagi. Pengawasan dilakukan secara maksimal, apallagi jika terbukti ada kelalaian berupa penimbunan.

Sebelumnya diberitakan di sejumlah media, Pertamina mengklaim kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram di sejumlah wilayah akibat tingginya permintaan menjelang libur panjang natal dan tahun baru.

Kasus di sejumlah wilayah warga terpaksa mengantre untuk mendapatkan gas elpiji subsidi 3 kg. Setiap konsumen hanya dapat membeli satu tabung gas, itu pun setelah warga bisa menunjukkan KTP.

Sementara itu diberitakan juga terkait kelangkaan gas elpiji 3 kg, Polda Jabar ikut penyelidikan. Langkah Polda sebagai antisipasi penimbunan oleh pedagang atau distributor-distributor nakal.

"Kita turunkan tim satgas pangan untuk melakukan penyelidikan," ungkap Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, dua pekan lalu.(isur)

No comments