PARTAI BERKARYA BELUM GAGAL DAN MASIH OPTIMIS




BANDUNG - Terkait pengumuman Partai Berkarya yang gagal di hasil Penelitian Administrasi dan Keabsahan Dokumen Persyaratan Partai Politik Calon Peserta Pemilu 2019, menurut politisi senior yang juga Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat Eka Santosa, itu karena kendala IT di Indonesia Timur. Belum gagal dan masih punya harapan menjadi peserta pemilu 2019, karena pengumumannya februari 2018 nanti.

Alasan KPU dinilai Eka tidaklah terlalu prinsip dilihat dari syarat-syarat berdirinya sebuah partai. Infrastruktur partainya di 34 provinsi sudah dipenuhi. "Dugaan lainnya, lebih mengarah pada miskomunikasi. Khususnya, keanggotaan di Indoensia Timur," ungkap Eka Santosa saat dikonfirmasi di Bandung, Jumat (15/12/2017) terkait pengumuman KPU Pusat.

Ini erat kaitannya karena kendala jaringan IT di Indonesia Timur. Termasuk soal sipol (sistem informasi partai politik) masih debatebel. Padahal, selama ini di UU Pemilu disebut berkas. "Dalam praktiknya mungkin mengalami keterlambatan. Jadi, sifatnya teknis belaka. Bolehlah, partai kami disebut korban teknis ”, tandas politisi yang belakangan lebih aktif di Gerakan Hejo itu. 

Dalam paparan akhir, Eka Santosa yang didampingi sejumlah kader Partai Berkartya Jawa Bartat, masih optimis partainya akan lolos mengikuti Pemilu 2019. Menurutnya, , pengumuman resmi lolos tidaknya pada Februari 2018.

"Mungkin, rentang waktu 15 Desember sampai 4 Januari 2018, tidak bisa mengikuti prosedur verifikasi KPU. Jadi, tunggulah hingga Februari 2018,” kata Eka setengah menenangkan kadernya.

Pernyataan Eka Santosa tersebut terlontar  saat dirinya ditanya para kader Partai Berkarya yang datang ke Sekretariat DPW Jawa Barat di Kompleks  Surapati Core Blok K7 Jl. PHH Mustofa Bandung. Pengumuman KPU pusat menempatkan Partai Berkarya dan Partai Garuda tertanggal 14 Desember 2017, dinyatakan tidak lolos ke tahap verifikasi faktual dari 12 partai lainnya.

Namun demikian, Eka Santosa berharap kader Partai Berkarya di Jawa Barat menjaga kondusifitas. Di hadapan para kader partainya yang berkumpul di sekertariat partai, Eka Santosa menjelaskan, terbitnya pengumuman KPU RI ini, bukanlah akhir dari eksistensi partai.

Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra, yang dibentuk sejak 15 Juli 2016 sejak awal dilahirkan untuk menelurkan insan-insan tangguh, menyuburkan iklim bernegara dan berbangsa berlandaskan demokrasi Pancasila.

Perihal peluang partainya di tingkat Jawa Barat, menurut Eka, relatif telah memenuhi syarat KPU. Sementara di tingkat pusat Partai Berkarya sedang berupaya mengajukan keberatan ke Bawaslu. Menurut Eka, ini mekanisme yang benar. "Kami cermati betul langkah-langkah itu, kami dorong dengan doa dan langkah nyata”, kata Eka.
Eka Santosa menyampaikan hasil komunikasi mutakhir dirinya dengan Ketua Umum DPP Partai Berkarya Neneng A. Tuty dan Ketua Bidang OKK. Isi pembicaraan antara lain meliputi 5 hal penting yang harus diketahui oleh seluruh kader Partai Berkarya di daerah.

Kelima point penting itu, antara lain:
1. Semua fungsionaris dan kader Partai Berkarya diharap tenang dan menjalankan tugas kepartaian seperti biasa.
2. Jajaran DPP sedang menjalankan segala upaya sesuai ketentuan yang ada dan sudah nendapat respons baik dari pihak Bawaslu maupun KPU, dan diharapkan dalam waktu 3x24 jam ditemukan solusi yang baik.
3. Untuk tidak terpengaruh oleh pihak manapun, pemberitaan apapun, dan informasi yang benar adalah yang keluar dari pimpinan DPP.
4. Jaga solidiras dan kekompakan sesama kader  Partai Berkarya.
5. Mohon doa dari semua kader, semoga Partai Berkarya lolos verifikasi dan menjadi peserta Pemilu 2019.(isur)

No comments

Powered by Blogger.