[VIDEO] EMIL DISARANKAN PILIH PARTAI DAN WAKIL YANG TEPAT

Share:


DALAM satu atau dua hari menuju pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur 8 hingga 10 Januari 2018, Ridwan Kamil disarankan bergabung dengan partai besar yang memiliki mesin politik canggih. Itu disarankan Direktur Parameter Konsultindo Agus Aribowo dalam keterangan pers, Jumat malam kemarin, menyikapi Pilgub menjelang pendaftaran calon gubernur dan wakil gubernur 2018. Emil juga jangan salah memilih calon wakilnya dalam pertarungan dahsyat 27 Juni 2018 nanti.

VO.
Analisa Parameter Konsultindo, dari hasil survey pada Oktober 2017 lalu, elektabilitas Ridwan Kamil masih berada di posisi teratas. Walikota Bandung yang akrab disapa Emil itu masih populer dan layak dipilih menjadi gubernur Jawa Barat 2018.

Menurut hasil survey itu, Ridwan Kamil (43,60%), disusul Dedi Mizwar (20,70%), Dedi Mulyadi (7,30%). Lainnya Sutrisno (5,20%), Aa Gym (4,80%), Dede Yusuf (4,30%), dan sisianya (14%). Agar bisa mendaftar dan memenuhi syarat minimal 20 kursi dewan, Emil disarankan memilih partai dan wakil yang tepat.

Sementara kondisi di lapangan, calon gubernur dan wakil yang sudah mengerucut pada tiga pasangan. Yakni Koalisi Umat (Gerindra-PKS-PAN) ada Sudrajat dan Syaikhu. Melalui Partai Demokrat ada Dedi Mizwar dan koalisinya Dedi Mulyadi dari Partai Golkar.

Sisanya Nasdem, PKB, dan PPP masih kuat dengan usungan Emil. Kemudian Partai Hanura memberikan surat tugas untuk Emil. Dan, pada detik terakhir, PDIP sudah merapat ke kubu Emil, tinggal mamastikan siapa calon wakilnya, apakah Anton Charlian atau Iwa Karniwa.

SB: Dr. Agus Aribowo, MM (Direktur Parameter Konsultindo)

Alasan Emil masih unggul dibanding bakal calon gubernur lainnya, antara lain karena Emil walikota

Bandung sudah menjadi celebgram. Tim darat dan udaranya sudah bekerja sampai sekarang. Emil akan berhadapan dengan Dedi Mizwar yang terkenal sebagai celebrity endorsement.

Namun demikian, Sudrajat yang tiba-tiba muncul dengan Syaikhu bisa saja menjadi kuda hitam dalam Pilgub Jabar 2018 ini. Menurut Ari, mesin politik di PKS sudah teruji pada pencalonan Ahmad Heryawan dalam dua periode sebelumnya.

Isur Suryana melaporkan

No comments