GERAKAN HEJO MENGAWALI 2018 DENGAN BERTANI DI LADANG

Share:


TAK PEDULI kaya atau miskin, punya lahan luas atau sejengkal, punya pengalaman bertani atau tidak, tak ada alasan yang menghalangi kita untuk berkebun dan bertani. Bagi Gerakan Hejo, tahun 2018 adalah tahun Berkarya dan Bekerja.

Itulah kalimat penting yang dilontarkan Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo, saat mencanangkan 2018 sebagai Tahun Berkarya dan Bekerja, sambil menanam padi organik di lahan demplot miliknya, Alam Santiosa Pasir Impun, Kab. Bandung, Senin (1/1/2018).

Itu adalah ekowisata dan budaya yang di dalamnya terdapat banyak pelajaran soal lingkungan dan  budaya yang sangat bermanfaat bagi masyarakat luas. Tempat ini juga sudah sejak beberapa tahun silam dijadikan lokasi edukasi bagi pelajar dan mahasiswa belajar lingkungan dan alam semesta.

Mengapa Eka Santosa mencanangkan juga penanaman padi organik di awal tahun 2018? Inilah niat besar seorang politisi senior yang mengetahui secara utuh dan komprehensip manfaat menyelamatkan alam demi kesejahteraan masyarakat. Bersama tim pangan Gerakan Hejo pusat, Garut, KBB dan Kota Bandung, Eka Santosa mencetuskan dicanangkannya 2018 sebagai tahun Berkarya dan Bekerja. Di depan Leuit Alam Santosa, pengurus Gerakan Hejo mencetuskan deklarasi tersebut. Jenis varietas padi yang ditanam antara lain MSP-1


Beberapa poin yang perlu dicatat dari berkebun dan bertani yang dicanangkan Gerakan Hejo, antara lain:

1. Belajar Mengenal Alam
Saat tangan kita kotor dengan tanah, bearti kita telah memulai hubungan baru dengan alam. Memilih tanaman yang ingin kita akan tanam. Pastikan tanaman cocok dengan iklim di lingkungan kita. Saatnya belajar merawat tanaman, kapan menyirami, berapa banyak kebutuhan cahaya matahari, dan perlakuan khusus lainnya. Saat kita mulai menanam baris demi baris petak sawah itu, keahlian kita akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

2. Berbaur dengan Lingkungan
Saat bertani, bayangkan sedang bersatu dengan alam. Bagai menanam bagian diri kita, yang akan hidup dan tumbuh. Pengalaman ini membuka mata kita menyaksikan tanaman tumbuh, menjadi sebuah dunia baru. Tidak hanya memberi kepuasan batin, juga memperkuat rasa cinta lingkungan. Menjadi seorang petani bisa membuat pribadi yang lebih “hejo”.

3. Menciptakan Dunia Sehat
Saat tanaman tumbuh, kita sudah menciptakan habitat baru bagi makhluk hidup di sekitarnya. Kita juga membantu mengurangi emisi karbon dioksida.

4. Menyehatkan Tubuh
Saat bertani atau berkebun, kita bisa mengontrol setiap bahan yang digunakan dalam proses menanam. Memungkinkan kita menghasilkan makanan segar organik yang bebas dari bahan-bahan kimia berbahaya.

5. Menghemat Biaya
Modal bertani atau berkebun akan segera kembali saat panen perdana. Menanam bahan makanan sendiri bisa menghemat biaya. Tak lama lagi, kita bahkan bisa berbagi hasil panen dengan keluarga dan teman-teman.

6. Menghilangkan Stress
Bertani, berkebun, atau berkarya dalam skala kecil mampu membuat rileks dan menghilangkan stress. Bertani atau berkebun akan membuat tubuh dan pikiran tetap aktif. Bertani bisa menjadi sarana rekreasi dan terbebas dari rutinitas kerja dan keluarga.

7. Swasembada Pangan
Membiasakan diri untuk terjun pada kebiasaan bertani, berarti membiasakan diri menciptakan kekuatan swasembada pangan. Dulu Indonesia tidak pernah kurang sandang apalagi pangan, karena sebagian besar rakyat Indonesia bertani. Apalagi lahannya juga sangat agraris dan luas. Mulai 2018, saatnya Berkarya dan Bekerja untuk kekuatan pangan dalam negeri.

Yuk kita Berkarya dan Bekerja untuk Bangsa ini ....

No comments