JANGAN PILIH BUPATI & WALIKOTA YANG MEMAKU ALAT PERAGA DI POHON

Share:


 Foto: Repro Radar Cirebon

ALAT Peraga calon bupati atau walikota dipaku di pohon, adalah pelanggaran dan masuk kategori pidana, karena hal itu tergolong Eco-Terorism. Di sisi lain, itu adalah pembunuhan makhluk hidup dan merusak lingkungan.

Direktur YBLH (Yayasan Buruh & Lingkungan Hidup) Yoyon Suharyono mengajak warga untuk tidak memilih bupati atau walikota yang memaku alat peraganya di pohon.

Saat diskusi mendalam soal calon bupati atau walikota Cirebon, Jumat malam (26/1/2018), Yoyon mengaku sangat gemas dengan perilaku calon bupati/walikota beserta timnya yang seenaknya memperlakukan pohon secara sadis.

"Saya seringkali berteriak kepada para calon bupati/walikota dimana pun termasuk Cirebon, untuk tidak memaku alat peraganya di pohon. Itu sebuah kejahatan lingkungan. Pohon itu makhluk hidup, hanya saja dia makhluk diam yang hanya bisa menangis dan mati jika dipaku," ungkap Yoyon sambil bergaya personifikasinya.

Menurutnya, pohon juga mahluk hidup yang harus dilindungi dan dijaga. Apabila masyarakat memaku pohon seenaknya sendiri, kalau pohonnya kering dan rusak, tentunya pelakunya harus bertanggung jawab. Apalagi pohon juga sangat penting untuk penghijauan.

 “Saya tidak pernah akan diam untuk menyadarkan para tim sukses pilkada maupun bupati dan walikota. Apabila tidak sadar, maka kalian akan berhadapan dengan hukum. Saya mengetuk hati petugas Satpol PP untuk menertibkan baliho liar yang ada di pinggir-pinggir jalan, tertancap di pohon, dan memberikan sanksi tegas kepada pelaku,” papar Yoyon.

Selama ini YBLH cukup getol mengingatkan para penguasa, aparat, petugas, maupun instansi di Jawa Barat, khususnya Cirebon untuk proaktif terhadap kasus kejahatan lingkungan sekecil apa pun.

Yoyon berharap agar penempelan spanduk maupun baliho tidak dipaku sembarangan di pohon maupun ditempel di tiang listrik. "Jangan pilih bupati walikota yang pasang alat peraga di pohon. Menanam tidak, memelihahara tidak, tapi merusak iya," tandas Yoyon.

Yoyon membayangkan, belum jadi bupati/walikota saja sudah begitu sadis, bagaimana kalau jadi, pasti semua tanaman dibantai. Itu yang terjadi di tiap daerah. Kalau saja pohon bisa ngomong maka dia akan mengatakan, 'jangan pilih bipati yg menyajifi saya.  "Semua pohon pada kena tetanus karena luka," pungkas Yoyon, tokoh populer di Cirebon itu.(isur)

No comments