[VIDEO] JOKOWI PULANG LIMBAH PUN KEMBALI DIBUANG KE CITARUM



DATA ini ditemukan dari sebuah WAG (Whatsapp Group) bernama Jurnalis Citarum Harum (JCH). Dalam sekejap, temuan ini tersebar ke berbagai platform media sosial. Redaksi menemukannya pada Sabtu, 24 Februari 2018 pukul 15.43 WIB.

Hasil temuan pabrik pembuang limbah yang dilengkapi video beberapa detik. Pun, ada sederet keterangan tentang pabrik cukup rinci.Tampaknya kini, model data seperti ini sudah centang perenang, ada dimana-mana. Sepertinya, banyak yang tak peduli.

Ketika ada yang mempertanyakan validitas data ini, masih di group WA. "Ini dikumpulkan bersama anggotaTNI di Sektor XXI. Silahkan digunakan."

Demi mengetahui reaksi atas fenomena ini, penulis yang kebetulan berada di pusat bisnis kota Bandung di Jl. Otista sekitar Pasar Baru. Sempat bertanya sekedar menguji, ke pegiat ekonomi yang diduga memperdagangkan salah satu produk dari pabrik pembuang limbah ini.

"Orang kata sudah kebal. Biar pun presiden datang, nggak ngaruhlah. Entah apa yang harus dilakukan...," kata San San (35), pedagang kain di deretan pertokoan  di Jl. Otista Kota Bandung. "Saya sendiri sih peduli lingkungan, sudah cukup lama bersama kawan. Ya, kegiatan kami masih terbataslah, " imbuh San San kala ditelisik soal kepedulian dari pembuangan limbah pabrik ke Sungai Citarum.

Diamati sepintas opini spontan San San yang diketahui dalam tiga tahun terakhir sering mengikuti kegiatan pemulihan lingkungan hidup di komunitasnya, sepertinya mengandung unsur frustrasi. "Terkecuali bila ada tindakan langsung, pidanakan saja. Tapi tahulah kita. Dari dulu malah nggak kelar-kelar, itu anehnya," jawab San San.

Semoga warga Bandung,  utamanya 27 juta jiwa lainnya yang hidup di bantaran sungai terpanjang di Jabar 297 km, melewati 12 kota dan kabupaten mulai Kab. Bandung hingga Karawang, tak seapatis San San dengan berbagai pengecualiannya.

Ini Dia Pembuang Limbah itu
Lengkapnya, data yang ditujukan ke Dansektor XXI Citarum Harum, berada di Sungai Cimahi, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung.

1.PT HEKSATEK (Tekstil) pemilik Bpk. Amiyanto (022667***) RT 04/RW 03 Kampung Mencut Desa Lagadar Kec. Margaasih Kab Bandung - Buang limbah ke anak sungai Cimahi.

2. PT. JARDITEK (tekstil) pemilik Bpk Jeri (0226671***) RT 04/RW 03 Kampung Mencut Desa Lagadar Kec. Margaasih Kab. Bandung - Buang limbah ke anak sungai Cimahi.

3. PT. PULO MAS (tekstil) pemilik Ko Suyen (0226670***) RT 03/ RW 05 Kampung Jalan  Cagak Desa Lagadar Kec. Margaasih Kab. Bandung - Buang limbah ke anak Sungai Cimahi.

4.PT GISTEK ( tekstil ) pemilik Mr Hengking ( 022 6670**, 02266712**) RT03/RW 10 Kampung Cipatat Desa Lagadar Kec. Margaasih kab. Bandung -  Buang limbah Ke Induk Sungai (Citarum).

Semoga 'secuil' nama-nama pabrik pembuang limbah ke Sungai Citarum, dari dugaan ribuan pabrik sejenis, mulai sadar. Perbuatan mereka selama bertahun-tahun, segera hentikan demi masa depan 27 juta penduduk di bantaran.

Masih teringat Presiden Jikowi di hulu Sungai Citarum di Cisanti (22/2/2018), revitalisasi ini untuk jangka panjang tujuh tahun. Namun, setelahnya masih di Cisanti, para pegiat lingkungan yang selama ini tak pernah gembar-gembor seperti Mang Aceng, Mang Dede yang termasuk pada kelompok Pecinta Citarum Tanpa Pamrih.

"Kami tak sabar, ingin Citarum bersih seperti tahun 70-an. Ada TNI sekarang bagus juga. Juga ada
Presiden. Kali aja yang ini benar programnya jangan seperti Citarum Bergetar atau Bestari, nggak pada jelas ..." ujar Mang Aceng dengan wajah serius.(Harri Safiari)

No comments

Powered by Blogger.