KELUARGA UU RUZHANUL ULUM PECAH KONGSI - MIFTAHUL HUDA MEMIHAK PASLON ASYIK

Share:


INI bukan HOAX, tetapi kejadian nyata dan langka. Biasanya keluarga memihak paslon jagoannya. Lain cerita bagi keluarga besar Miftahul Huda pimpinan Asep Moushul yang notabene paman Uu Ruzhanul Ulum, justru memihak ke paslon Ajat-Syaikhu (Asyik). Apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga besar Miftahul Huda yang penyebarannya cukup besar di Jawa Barat itu?

Peristiwa langka ini terjadi Minggu 25 Februari 2018 saat calon gubernur nomor 3 Sudrajat alias Ajat berkunjung ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Manonjaya Kab. Tasikmalaya. Tidak dinyana, Asep Moushul memberikan sinyal dukungan kepada pasangan cagub-cawagub Jawa Barat nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) di ajang Pilgub Jabar 2018.

Asep Moushul adalah paman Uu Ruzhanul Ulum, cawagub pasangan RINDU nomor urut 1. Ia mengaku telah menganalisa cukup mendalam terkait potensi kemenangan dari keempat pasangan cagub-cawagub Jabar yang berkontestasi di ajang pesta demokrasi terbesar di Jabar itu.

"Ketika kita analisa dari beberapa partai dan simpul suara, walau pun jumlah kursi terbesar dimiliki pasangan lain, tetapi kalau dilihat dari suaranya, itu tertinggi di Kang Sudrajat. Ini (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) adalah yang paling mungkin bisa dipastikan menang," ungkap Asep saat menerima kunjungan silaturahmi cagub Jabar nomor urut 3 Sudrajat di kediamannya di Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (25/2/2018).

Anggota DPR RI tiga periode dari Fraksi PPP itu meyakinkan, hasil analisa tersebut mengacu pada sejumlah indikator yang kongkret, realistis, dan wajar. Dia menyebut, salah satu indikator tersebut, yakni kinerja partai-partai pengusung pasangan Asyik yang tak perlu diragukan lagi.

"Andaikan ada yang lain, umpamanya selevel atau lebih baik, ari teu menang jeung naon (kalau gak menang buat apa), sederhana aja. Saya tidak hidup di alam mimpi, saya tidak mau hanya berangan-angan, tapi fakta realitas yang lebih memungkinkan," papar Asep yang juga dikenal ulama kesohor di kawasan Priangan Timur itu.

Tidak hanya itu, indikator lainnya adalah besarnya potensi suara yang dimiliki parpol pengusung pasangan Asyik. Berdasarkan analisanya saat Pilpres 2014 lalu, total dukungan suara Gerindra, PKS, dan PAN mencapai lebih dari 5,6 juta suara dan jika ditambahkan dengan suara PBB dan PPP Dzan Faridz, maka bisa lebih dari 6 juta suara, belum termasuk potensi suara dari swing votters.

"Realistis dari segi suara, kinerja partai, dan calonnya sendiri. Saya meneliti beliau (Sudrajat) dari a sampai z, contohnya ketika dituding dia bermasalah dengan KPK saat dia jadi Dubes Indonesia di China. Dia balik nantang, bukannya maen ngumpet, tapi datang ke KPK. Ada gak pejabat yang berani gitu, dia benar-benar jenderal, satria dan sinatria," bebernya.

Disinggung langkah keponakannya di Pilgub Jabar 2018, Asep Moushul menegaskan, Uu Ruzhanul Ulum tak pernah meminta restu dan dukungannya serta kurang mumpuni untuk menang. Pasalnya, keponakannya itu tak punya lagi mesin penggerak untuk meraih dukungan masyarakat, setelah sebelumnya mengandalkan jaringan Himpunan Alumni Miftahul Huda (Hamida).

"Tunjukkan sama saya mesin apa yang akan dipakai untuk memenangkan dia kalau bukan mesin Hamida, mesin Hamida kumaha dewek euy (bagaimana saya)," tandasnya.

Sementara itu, cagub Jabar nomor urut 3 Sudrajat mengaku sangat berterima kasih dan bersyukur atas penilaian Asep Moushul kepadanya. Ia pun merasa terhormat dan sangat tersentuh dengan hasil analisa peluang kemenangan pasangan Asyik yang dipaparkan Asep.

"Alhamdulillah, saya ke sini dalam rangka silaturahmi dengan beliau. Rencananya sudah lama, sekarang Allah mengizinkan bertemu dengan beliau, jadi ini persahabatan yang sudah lama dengan beliau," tuturnya.

Pria yang akrab disapa Kang Ajat ini menilai, Asep Moushul sudah memiliki pandangan dan pemikiran yang sama dengannya. Terlebih, kata Kang Ajat, selama ini, dirinya memercayai analisa Asep Moushul yang sangat tajam karena berdasarkan fakta-fakta akademik.

"Analisanya tajam dan tidak asal ngomong. Betul-betul secara akademik tidak dapat disanggah. Tidak hanya apa yang disampaikan beliau hari ini, tetapi juga pada peristiwa-peristiwa pilkada sebelumnya," pungkasnya.

Diketahui, dalam kampanyenya di wilayah Tasikmalaya, selain bersilaturahmi ke Ponpes Miftahul Huda, Sudrajat juga bersilaturahmi ke Ponpes Sukahideung, Ponpes Cintawana, dan Ponpes Cipasung. Kehadiran Sudrajat ke sejumlah ponpes tersebut disambut hangat warga ponpes.

Sementara itu saat dikonfirmasi, Uu Ruzhanul Ulum sempat menyatakan "...Duh ..". Uu nampaknya sangat terpukul dengan pernyataan pamannya, Asep Moushul, itu. "Saat ini saya sedang di Subang, saya yakin keluarga dan Hamida mendukung saya," kata Uu yang dihubungi via whatsapp, Selasa 27 Februari 2018.(isur/rilis)

No comments