KOMISI VII DPR RI PANTAU PEMBANGUNAN PROYEK TRAIN 3 DI "TANGGUH LNG" TELUK BINTUNI

Share:


PAPUA BARAT - Menurut catatan Herman Khaeron Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, pihak legislator pusat mendorong upaya Tangguh LNG meningkatkan lifting gas nasional dengan penambahan satu kilang gas alam cair (liquified natural gas/LNG) baru yaitu Train 3.

Demikian kata Herman Khaeron usai Kunjungan Kerja Spesifik ke Tangguh LNG di Teluk Bintuni, Papua Barat, Kamis (1/2/2018). Banyak aspek yang harus dilihat terkait fungsi pengawasan dalam Kunspek Komisi VII DPR ke Tangguh LNG tersebut.

Aspek yang dimaksud antara lain rencana pembangunan Train 3 yang Plan Of Development (POD) sudah disetujui dan cost recoverynya juga disetujui dan akan dibangun dalam 2 tahap, dan kebutuhan anggaran sekitar 8 miliar USD.

“Kita ingin tahu Plan Of Development Train 3 yang mereka kerjakan sesuai atau tidak. Dari pantauan Tim Kunspek Komisi VII saat ini masih on progress sekitar 30-35% fisik dan non fisik. Pembangunan kilang baru yang sedang dikerjakan menjadikan kekuatan baru dalam penambahan dan peningkatan lifting gas nasional, saya kira ini akan besar sekali,” tandas Herman.

Menurut Herman Khaeron yang beken disapa Kang Hero di medsosnya, mengapresiasi upaya Tangguh LNG dengan pengembangan sumur-sumur baru. Ia dan anggota Tim Kunspek Komisi VII menyempatkan mengecek berapa jumlah sumur baru.

“Terkait target pencapaian yang sudah dicanangkan Rencana Kerja Tangguh LNG tahun 2017 memang ada target yang tidak tercapai. Dari target 117 kargo hanya terpenuhi 110 kargo sehingga apa yang menjadi kendala dalam target capaian tersebut harus dilihat dari berbagai aspek. Apakah terkait regulasi, atau masalah teknik, ataukah terkait dengan soal-soal lainnya,” jelas Herman.

Sementara nilai manfaat lainnya kehadiran Tangguh LNG salah satunya dari serapan tenaga kerja lokal. Dari pantauan Tim Kunspek Komisi VII di lapangan sudah hampir seluruhnya merupakan tenaga kerja asli indonesia. Menurut pihak Tangguh LNG sudah 55% mengakomodir tenaga-tenaga kerja asal Papua.

Pantau Proyek
Director of Government & External Interface Management – Tangguh LNG Expansion Project, Ngurah Kresnawan yang mendampingi kunjungan tersebut mengungkapkan, kunjungan Komisi VII DPR RI khusus ke Tangguh LNG untuk melihat lebih dekat fasilitas produksi dan memantau pekerjaan pembangunan proyek Tangguh Train 3.

“DPR RI menjalankan fungsi pengawasan di sektor migas sebagai salah satu sektor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, peningkatan devisa negara dan kesejahteraan rakyat. Tangguh LNG merupakan suatu pengembangan unitisasi dari enam lapangan gas terunitisasi yang terletak di wilayah Kontrak Kerja Sama (KKS) Wiriagar, Berau dan Muturi di Teluk Bintuni, Papua Barat,” paparnya.

Ikut juga mendampingi kunjungan Wakil Kepala SKK Migas, Sukandar. Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI ke Tangguh LNG Teluk Bintuni, Papua Barat dipimpin Wakil Ketua Herman Khaeron dan diikuti Bara Krishna Hasibuan, Kurtubi, Ivan Doly Gultom, Peggi Patrisia Pattipi, dan Melda Addriani.(isur/dpr.go.id)

No comments