KOMISI VII DPR RI TEGUR PERTAMINA TERKAIT PENANGANAN MINYAK TUMPAH DI TELUK BALIKPAPAN

Share:


JAKARTA - Komisi VII DPR RI sudah menegur PT Pertamina (Persero) atas tindakan perusahaan dalam penanganan minyak tumpah di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, yang bersumber dari pipa miliknya, beberapa hari lalu.

Masalah yang menjadi sorotan DPR adalah adanya rentang waktu sekitar 7 jam antara minyak tumpah dan terjadinya kebakaran, namun tidak ada tindakan proteksi dari Pertamina.

"Teguran ini sudah disampaikan Komisi VII saat Rapat Dengar Pendapat dengan Direksi Pertamina Selasa 10 April 2018 lalu," tandas anggota Komisi VII DPR RI Herman Khaeron kepada pers, melalui jaringan seluler, Jumat (20/4/2018).

Akibat tumpahan minyak tersebut, lima orang pemancing yang melaut dan meninggal dunia karena kebakaran yang terjadi 7 jam kemudian.  Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik pun tidak hadir di rapat tersebut juga dipersoalkan DPR, sehingga membuat rapat dengar pendapat antara kedua belah pihak harus ditunda.

Pria yang akrab disapa Kang Hero itu menilai tidak adanya keseriusan Elia Massa atas peristiwa ini. Terlebih lagi karena sepengetahuan DPR, Dirut Pertamina hingga kini belum datang langsung ke lokasi tumpahan minyak.

Hero menyebut pula ada laporan dampak pencemaran minyak terhadap aktivitas perikanan. Tumpahan minyak membuat 219 nelayan tidak bisa melaut di Balikpapan Barat dan Kariangau. “Jangan menggagap sepele kejadian ini. Harus diselesaikan secara tuntas dari dampak yg diakibatkan,” jelas Hero.(isur/rls)

No comments