BUDIPRAWIRA TANTANG KJA OFFSHORE NORWEGIA DIADU DENGAN AQUATEC: "DIJAMIN SAYA AKAN PERMALUKAN ... !!"


BANDUNG - Bukan marah karena kalah tender, tetapi produk dalam negeri terlalu dianggap remeh, padahal Dirut PT Gani Arta Dwitunggal Budiprawira Sunadim yakin, produk Keramba Jaring Apung Lepas Pantai (KJA Offshore) buatan dalam negeri jauh lebih canggih dibanding produk Norwegia.Produk Aquatec siap bertarung dan akan permalukan Norwegia.

"Saya menantang produk KJA Offshore standar Norwegia dengan buatan kami. KJA Offshore buatan Aquatec jauh lebih canggih," begitulah Budiprawira kepada terasnews.net dan intronews.my.id di ruang kerjanya, Senin 14 Mei 2018 lalu. Kenapa Budiprawira yang sangat nasionalis itu begitu tersinggung soal Norwegian Standard itu?

Begini ceritanya:
Suara keberatan atas tersingkirnya produk dalam negeri KJA Offshore buatan dalam negeri, seperti tertuang dalam konperensi pers (27/4/2018) di Jakarta dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) diprakarsai Dirjen Perikanan Budidaya, Slamet Soebijakto. Di mata Budiprawira, rupanya masih menyisakan kepenasaran.

"Dalam konpers ini produk saya disebut-sebut KJA Padalarang. Antara Batujajar dan Padalarang memang dekat, sama-sama di Kabupaten Bandung. Jelasnya, produk Padalarang ini disandingkan,” kata Budiprawira yang sejak muda berhobi berat diving serta aneka petualangan luar ruang.

Saat ditemui di kantornya, Budiprawira sedang mempersiapkan produk KJA Offshore Submersible untuk ekspor keempat kalinya pada Juni 2018 ke Negeri China. KJA Offshore Submersible adalah KJA yang bisa ditenggelamkan ke laut untuk menghadapi topan Taifun dan ombak besar.

“Di sana ada satu setengah juta KJA padahal garis pantainya jauh di bawah kita. Indonesia baru punya sekitar lima belas ribuan KJA HDPE, sisanya KJA dari bambu. Intinya, pasar dalam negeri dan luar negeri termasuk China itu, masih terbuka luas.” paparnya.

Menyoal gonjang-ganjing KJA buatannya yang “kalah tender” alias tersingkir hanya gara-gara tercantum persyaratan Norwegian Standard dalam Dokumen Pengadaan Percontohan Budidaya Lepas Pantai tertanggal 25 Mei 2017, ini dalam kaitan pengadaan Satker Direktorat Perbenihan KKP.

“Sudahlah ini tender banyak keanehan, tiga kali diulang sejak Mei 2017. Melelahkan menjelaskan soal ini. Pegangan saya Perpres Nomor 54 Tahun 2010 Bab VII Pasal 96-99 tentang Penggunaan Barang atau Jasa Produk Dalam Negeri. Terganjal gara-gara harus disertifikasi Norwegian Standard. Sampai hari ini tidak ada jawaban yang memuaskan soal ini. Wajarlah bertanya? Bayangkan, kalau Norwegian Standard ini terus dipakai, artinya bila lelang internasional pun, misal ada dari Jepang, dan Amerika, pasti kalah secara administrasi,” ungkap Budiprawira.

Mengenai tender ini, semula hubungan antara KKP dengan Norwegia dalam hal kerjasama kemaritiman. Menurutnya, hal ini sangatlah normatif sebagai pola hubungan antar negara maritim.

“Bila kemudian menjadi pengadaan? Ini aneh bagi kami.  Pegangan saya hanya satu ke Perpres No 54 Tahun 2010 bab VII. Perpres itu demi memajukan produk dalam negeri dan anak bangsa,” begitu ujarnya dengan legawa.
 
Diketahui, saat ini ada SNI 7917:2013 yang berjudul Sarana Keramba Jaring Apung Bundar Polyethylene untuk Pembesaran Ikan di Laut. Menurutnya, jika SNI 7917:2013 dianggap tidak memadai, yang diketahuinya sejak 2014 KKP tidak pernah bekerjasama dengan BSN (Badan Standarisasi Nasional) untuk merumuskan SNI Keramba Jaring Apung HDPE Offshore.

Singkat kata usai mengupas cukup mendalam kondisi industri perikanan di dalam negeri, berikut prospeknya, Budiprawira memberikan kata kunci: 

“Saya mengharapkan kalau pemerintah membeli satu KJA Offshore dari Aquatech, harga silahkan negosiasi. Tetapi syarat saya, KJA saya ini disandingkan dengan KJA Norwegia. Saya jamin akan saya permalukan produksi luar negeri itu. Spesikasi KJA saya jauh di atas itu, mulai estetika, kita jauh lebih baik, ketahanan ombaknya kita jauh lebih baik. Itu jaminan saya,” ujarnya dengan catatan produk yang akan disandingkan ini tidak perlu yang submersible.

“Di laut kita KJA offshore submersible ini tidak dibutuhkan karena tidak ada taifun, seperti di China yang kerap dilanda taifun. Produk KJA Offhore submersible saya justru dipakai di China karena mampu menghadapi ombak tinggi.”(Harri Safiari/ Suryana).

No comments

Powered by Blogger.