INDONESIA DIPASTIKAN BUKAN LAGI TUJUAN BANDAR NARKOBA JIKA JAKSA AGUNG LAKUKAN EKSEKUSI MATI



JAKARTA – Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (Ketum GPAN), Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, mendesak Jaksa Agung segera mengeksekusi mati terpidana kasus narkoba. Jika ini segera dilaksanakan, Indonesia tidak akan lagi menjadi sasaran pengedaran narkoba.

Menurut Siswandi melalui siaran pers yang ia sebar kepada sejumlah media, Rabu 30 Mei 2018, BNN dan Polri telah bersusah payah mengungkap sindikat narkoba jaringan  internasional dengan barang bukti jutaan butir pil ecstasy dan berton-ton narkoba jenis sabu.

"Namun kenapa Jaksa Agung belum juga melaksanakan hukuman mati sebagaimana putusan pengadilan,” tandas Siswandi.

Mantan pejabat tinggi di Mabes Polri dan BNN (Badan Narkotika Nasional) ini berharap pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 26 Juni mendatang, Jaksa Agung segera mengeksekusi mati terpidana kasus narkoba.

Siswandi tidak menginginkan Indonesia menjadi lahan subur para pengedar. Bahkan tidak boleh lagi ada korban narkoba. “Untuk apa upacara seremonial tapi nyatanya setiap tahun peredaran narkoba meningkat,” kata Siswandi.

Sikap ketegasan dan kecekatan Jaksa Agun sangat ia harapkan. Jika eksekusi mati terpidana kasus narkoba belum juga dilaksanakan, ia khawatir dampakya akan berimbas kepada aparat penegak hukum lainnya.

“Bisa jadi aparat hukum di lapangan yang mengeksekusi mati bandar narkoba tanpa melalui proses pengadilan. Lalu buat apa ada pengadilan yang sudah memvonis mati para pengedar dan sindikat narkoba?” tanya Siswandi sambil menyatakan bahwa saat ini Indonesia dinyatakan sebagai "Darurat Narkoba".

Merupakan encana besar jika penegakan hukum terhadap bandar narkoba tidak jelas. Namun Siswandi optimis pemerintah akan tetap melakukan eksekusi mati minimal terhadap tiga terpiada mati kasus narkoba.

“Tapi kalau bisa semua terpidana mati kasus narkoba segera dieksekusi yang jumlah mencapai 40 orang. Dan saya optimisi jika eksekusi mati segera dilaksanakan, Indonesia dipastikan bukan lagi tujuan bandar narkoba bagi mafia internasional," pungkas Siswandi.(isur/rls)

No comments

Powered by Blogger.