[VIDEO] PERAYAAN 51 TAHUN EXTEMASZ DENGAN NGOBRAS (NGOBROL SANTAI) DAN BUKA PUASA BERSAMA




Mendaki gunung bukan hanya menikmati keindahan alam, tetapi banyak pengalaman dan pelajaran yang didapat dari gunung dan hutan. Sebelum mendaki gunung, kita harus membuat rencana matang, estimasi biaya, barang yang perlu dibawa, dan kemampuan melakukannya hingga pulang selamat kembali ke rumah. Selain itu, hobi mendaki gunung juga bisa menjadi bisnis menjanjikan. Itu semua menjadi topik pembahasan menarik dalam ngobras (Ngobrol Santai) dan Buka Puasa Bersama, dalam rangka  ke-51 tahun Extemasz, di Bandung 28 Mei 2018.  
-----------------------------
Di usia ke-51 tahun, Exploration to Every Mountain & Strange Zone (Extemasz) sebuah perhimpunan pendaki gunung & penempuh rimba, mengundang 51 kelompok pendaki gunung untuk berbuka puasa bersama. Sambil menunggu adzan magrib, panitia yang dipimpin Asep Mulyana, menggelar diskusi bertajuk Ngobras alias ngobrol santai, di aula RM Ponyo Jl Malabar Bandung. 

Seperti kita ketahui, Extemasz adalah perhimpunan pendaki gunung & penempuh rimba yang lahir pada 28 Mei 1967. Sebagai organisasi kepemudaan, turut serta memberikan kontribusi dalam pengembangan generasi muda. Extemasz selalu menjaga komitmennya menjalankan aktifitas-aktifitas dengan memilih alam bebas sebagi medianya.

Hadir para jawara pendaki gunung, Wanadri, Skyger, Basarnas, APGI, Indonesia Expedition, dan Indotek. Hadir juga senior sekaligus geolog ternama Teddy Kardin yang kemudian lama berkiprah sebagai pembuat pisau tertajam di dunia.

WWCR : Asep Mulyana (Ketua Panitia)

Pada sesi pertama hadir Haryono dari Basarnas Bandung, Soma Suparsa dari Wanadri, Vicky Gosal dari Extemasz dipandu moderator muda. Mereka membahas keselamatan pendakian, prosedur persiapan, manajemen risiko, perbekalan, dan perlengkapan.

Semuanya harus serba siap, fisik maupun mental. Attitude, knowledge, dan skil diperlukan untuk seorang pendaki gunung. Karena 80 persen pendaki gunung tersesat akibat tidak matang persiapan. Para pendaki mesti waspada dengan penyakit hypotermi, penurunan suhu tubuh yang terus menerus dalam proses pendakian.

WWCR: Soma Suparsa (Wanadri & Forum Pengurangan Risiko Jabar)

Tak kalah menarik juga pembahasan sesi kedua ngobras ini. Harry Suliztiarto dari Skygers, Xaverius Frans dari Indonesia Ekspedition, Yosep Robi dari Extemasz Indotrek, dipandu moderator Vicky Gosal. Isi pembahasan terutama sisi bisnis mendaki gunung.

WWCR: Vicky Gosal (Extemasz)
WWCR: Tedi S Kardin (Ahli Pisau Gunung)

Dua tahun sebelum lahir Extemasz memang sudah ada Wanadri. keduanya para pendaki gunung yang notabene para pecinta lingkungan, mereka sanggup belajar bertahan hidup di hutan, dan tidak mengurusi masalah negara
terutama di tahun politik ini.

SB: testimoni Soraya
SB: Testimoni Elly

Mendaki gunung tidak cukup dengan modal semangat, perlu perencanaan matang agar enjoy di pendakian dan bisa pulang ke rumah dengan selamat.(isur)

No comments

Powered by Blogger.