[VIDEO] HERMAN KHAERON SOROTI TENAGA KERJA ASING DI PLTU TANJUNG KASEM BATAM: TAK BISA BERBAHASA INDONESIA..?

Share:



BATAM - Wakil Ketua  Komisi VII DPR Herman Khaeron saat memimpin Kunjungan Kerja  ke Batam, Kepri, akhir April 2018 lalu, tiba-tiba fokus menyoroti banyaknya tenaga kerja asing (TKA). Para TKA di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasem di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau yang tidak bisa berbahasa Indonesia.

"TKA ini harus diawasi. “Kami melihat di room control saja keseluruhannya warga negara Tiongkok dan bahkan sudah tiga tahun bekerja di sini tapi tidak bisa berbahasa Indonesia," kata Herman Khaeron seperti dikutip rmol.

Yang Herman Khaeron perhatikan juga soal petunjuk apa pun di sana rata-rata berbahasa Tiongkok. Padahal dalam Perpres Nomor 20 Tahun 2018 dikatakan, TKA yang bekerja di Indonesia harus mampu berbahasa Indonesia.

Politisi Demokrat yang akrab disapa Kang Hero itu mempertanyakan maksud pembangunan jika tidak memberikan lapangan kerja bagi pekerja lokal. Apalagi dengan kondisi angkatan kerja di Indonesia yang sangat tinggi.

“Kita sedang dalam tahapan bonus demografi. Kita harus cukup mampu menyediakan lapanngan pekerjaan supaya angkatan kerja kita terserap semua. Jangan sampai angkatan kerja kita tinggi, tuntutan lapangan pekerjaan tinggi, tetapi sumber daya kita dieksploitasi. Atau investornya dari asing, kemudian ruang pekerjaannya tertutup karena mereka membawa tenaga kerja dari negara asalnya,” kata Hero.

Kata Hero, temuan ini harus menjadi perhatian. Selain secara teknis juga harus menjaga keberlangsungan operasional pembangkit listrik di Kota Batam, perlu juga batasan untuk TKA. “Ruang pekerjaan yang potensial untuk membuka ruang kerja baru maupun ruang kerja yang bisa menampung lebih banyak para pekerja dalam negeri ini harus betul betul disiapkan secara cukup,”
dorong politisi dapil Jawa Barat itu.(isur/rls)

sumber:hermankhaeron.info

No comments