PARTAI BERKARYA & GERAKAN HEJO SUMBANG 3 JUTA SUARA | KEMENANGAN RINDU IDENTIK KEMENANGAN RAKYAT JABAR

Share:


BANDUNG - Pada hakikatnya kemenangan Ridwan-Uu (Rindu) menurut versi Quick Count pada Pilgub Jabar 2018 adalah kemenangan rakyat Jawa Barat. Wajar jika kemenangan pun memihak Ridwan Kamil yang sudah teruji dan memiliki nilai lebih, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional dan dunia.

Saat pertama mengetahui pasangan calon mendapatkan perolehan suara diatas 30 persen, Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Barat Eka Santosa, paling awal memaklumi kemenangan itu. Menurutnya, menjadi nilai positif pada saat Ridwan kamil menjadi pemenang dalam kontestasi pilkada 2018.

"Terutama agar bisa menata Jawa Barat bagi daerah yang masih tertinggal. Mengembalikan Jawa Barat sebagai daerah lumbung (ketahanan) pangan, perikanan, pertanian, mengurangi masalah dehumanisasi, dan untuk kemakmuran," ungkap Eka Santosa.

Sebagai pimpinan partai politik yang muncul di penghujung waktu, Partai Berkarya sudah memberikan sumbangan suara tidak kurang dari 3 juta suara untuk pasangan Rindu.

"Kalau menang tidak kurang dari 5 persen, kalah pun tidak kurang dari 10 persen. Partai Berkarya sudah menunjukan eksistensi di ujung waktu," kata Eka Santosa. Yang menjadi pertanyaan, lanjut Eka, justru kalau Partai Berkarya tidak berbuat, apa yang akan terjadi?

Jebolan Pasir Impun
Sementara mengenai pasangan Ridwan Kamil yakni Uu Ruzhanul Ulum (calon Wagub Jabar), menurutnya, sejak awal ia sudah memprediksi Uu akan tampil di kontestasi pilgub Jabar 2018. Setahun sebelumnya Uu Ruzhanul Ulum didaulat sebagai calon gubernur yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup.

"Pada rembugan besar Gerakan Hejo, Kang Uu sudah dikatakan sebagai bupati jebolan Pasir Impun yang harus tampil membawa misi perbaikan tata kelola lingkungan, karena Jawa Barat masuk kategori darurat lingkungan. Harus ada jebolan Pasir Impun yang berani tampil di eksekutif Jawa Barat," tandas Eka Santosa.

Di sisi lain, sebagai partai pendukung yang sudah menyebar kekuatan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Jawa Barat, Eka mengingatkan keamanan formulir C1. Sebab, nasib para calon ditentukan oleh formulir C1.

"Kasus di Ciamis, formulir C1 dibobol, sedangkan di Bogor banyak formulir C1 yang hilang entah kemana," kata Eka Santosa. Itu sebabnya, tambah Eka, kader Partai Berkarya di daerah (DPD dan DPC hingga PAC)  akan mengawal dan mengamankan suara.(isur)

No comments