GPAN DAN ARTIS PARFI DUKUNG TYO PAKUSADEWO DALAM SIDANG PERKARA NARKOBA || APA YANG TERJADI?



JAKARTA - Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) yang berkedudukan di Jakarta, bersama puluhan artis ibukota dari PARFI, Kamis (7/6/2018) mengikuti menyaksikan proses sidang pembelaan (pledoi) aktor Tyo Pakusadewo, di Pengadilan Negeri jakarta Selatan.

GPAN langsung dipimpin Ketua Umumnya Brigjen Pol (P) Drs Siswandi hadir di persidangan. Mereka dari GPAN dan PARFI yang tercatat antara lain Vrisca, Jufrizal, Ny. Awat, Dewi Irawan, Roy Martin, Sri Hayuni, Siska, Rita Hasan, Martin Situmorang, Agi, Michael Howard, Duo Singo, Rita Yusrita, Jefri Tambayong (Ketum Presnas Fokan), Sismanu (Ketum INSANO), Tb. Dodon, Ruliadi, Kissmono, Lusy Daiva SH, Ny. Tanti (GM Ridho), Ny. Vina, Agus, Michael Panelo, Frangklin Tamara, Richard Stevanus, Andre Vickto SH MH, Ivan Plaboma

Sidang terjadwal jam 13.00 WIB, pada jam 12.00 WIB para pendukung Tyo Pakusadewo ikut masuk ke ruang sidang yang hanya berlangsung 5 menit. Sidang pembacaan pembelaan (pleidoi) ditunda hingga 28 Juni 2018 lantaran Hakim Ketua Asiadi Sembiring berhalangan hadir.

Para pendukung Tyo bersorak, namun segera terhenti sorakannya setelah dikabari pihak panitera PN Jaksel bahwa ketidakhadiran ketua majelis lantaran kakak kandungnya meninggal dunia.

Aktor Tio Pakusadewo dituntut 6 tahun penjara dan denda Rp800 juta oleh jaksa penuntut umum atas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. Tuntutan ini jauh berbeda dengan tuntutan JPU terhadap Jennifer Dunn yang hanya 8 bulan penjara dan juga tuntutan hukuman 9 bulan penjara untuk Fachri Albar. 

Ketua Umum GPAN Siswandi yang hadir di persidangan mengatakan, ada apa dengan jaksa. "Kok tuntutan tidak sama dalam memperlakukan para korban dan pecandu narkoba. Kapan saatnya polisi, jaksa dan hakim menyikapi para korban pecandu narkoba?" kata Siswandi kepada pers.

Menurut Siswandi ada keinginan kuat dari Tyo Pakusadewo untuk jauh dari narkoba. Ia bahkan di medsos melantunkan sebuah lagu yang liriknya ia ubah. Itu manusiawi dan beri kesempatan pecandu narkoba yang bertaubat, mau sembuh dan mau pulih. "Tyo mau hidup sehat bersih tanpa narkoba. Itu karena Tyo selalu ngomong sama saya," kata Siswandi.

Di sisi lain, saksi ahli Dr Illyas SH MH, meski dirinya tidak hadir bersama para artis dan jajaran GPAN karea ada rapat di BNN, namun melalui android ia sempat melontarkan pernyataan.

"Koreksi Fahri dituntut 9 bulan, bukan dituntut rehabilitasi. Jaksa belum berani menuntut rehabilitasi. Hanya dengan tuntutan 9 bulan berpotensi hakim memutus rehabilitasi. Yang menjadi perhatian kita, jennifer Dunn IJedun), fahri, dan Tyo kondisi obyektifnya Tyo lebih parah ketergantungannya. Tidak layak dituntut 6 Tahun," kata Illyas.

Dikatakannya, karena jaksa menuntut dengan pasal 112 dan 127 UU Narkotika dan diasesmen di BNNP DKI, bukan mustahil Tyo bakal diputus rehabilitasi. Menurut Illyas, jika di PN Jaksel Tyo masih divonis penjara, maka saya berkeyakinan Pengadian Tinggi (PT) bakal memvonis rehabilitasi.

"Keyakinan saya karena saya ikut bersaksi setidaknya paham fakta hukum yang terungkap di persidangan. Dan keyakinan saya juga, ada pengalaman 4 tahun jadi rehab ada lagi 2 tahun 4 bulan jadi rehab. Yang penting Tyo harus kukuh pendirian jika PN Jaksel memutus penjara dengan lantang jawab Banding.

Illyas juga mengaku salut atas partisipasi media yang begitu gencar memberitakan perkara ini. "Peran media ngawal tiga perkara tersebut juga memberi efek besar dalam pembelajaran dan mengontrol kinerja aparat penegak hukum," kata Illyas.

Tyo Pakusadewo nampak sangat sumringah mendapat dukungan para artis PARFI dan GPAN yang support kepadanya. Apalagi selain Roy Martin dan Siswandi juga ada rekan artis seperti Jajang C Noer, Marcella Zalianty, Aming, Ray Sahetapi, dan artis lainnya.(isur)

No comments

Powered by Blogger.