CROWN GROUP TUNJUKAN EKSISTENSI APARTEMEN PALING MODERNIS ABAD INI | PERCAYA PADA ARSITEK JEPANG



BANDUNG - Untuk menunjukkan eksistensinya pada industri properti Australia, Crown Group akan membangun apartemen di kawasan Wateloo, Sydney. Crown Group telah mempercayakan desain untuk menara hunian tersebut kepada arsitek asal Jepang, Kengo Kuma, yang bermitra dengan firma arsitektur Australia, Koichi Takada Architects.

Bagus Sukmana GM Strategic & Corporate Communications Crown Group Indonesia di hadapan puluhan awak media di Bandung, Selasa (10/7/2018) merinci, proyek ini bisa menjadi tambahan hunian baru berdesain modern di Green Square Sydney yang sedang berkembang.

"Apalagi bahan kerjasama tiga firma arsitektur kali ini bisa memberi nilai tambah bagi proyek tersebut. Kengo Kuma dan Koichi Takada memiliki gaya unik, sesuai keinginan Crown Group untuk mendorong batas-batas desain,” papar Bagus didampingi Herman Suwito, Head of Major Project Sales Crown Group Indonesia.

Apartemen yang berlokasi di 48 O’Dea Avenue Waterloo itu akan memiliki 384 unit apartemen dilengkapi fasilitas restoran, kafe, dan pertokoan. Crown Group memperkirakan, proyek tersebut akan benar-benar rampung pada 2020. Proyek ini diyakini bisa menciptakan 40.000 pekerjaan di arena Green Square pada 2030 kelak.

Ini diperkirakan akan selesai pada 2020, Crown Group akan mulai membuka penjualan apartemen pada akhir tahun ini. Untuk penerimaan pendaftaran dari pembeli potensial baru akan dibuka Juli ini.

 "Proyek apartemen ini akan menjadi pengembangan ketiga bagi Crown Group di Waterloo. Sebelumnya, Crown Group telah merampungkan Viking by Crown Group pada 2014 dan Waterfall by Crown Group tahun lalu," kata Bagus.

Koichi Takada sang arsitek yang lahir di Jepang memulai karirnya di Tokyo dan pindah ke Sydney pada tahun 1997. Perusahaannya, Koichi Takada Architects, telah berhasil memenangkan banyak penghargaan untuk desain termasuk perumahan, ritel, perhotelan, dan lokasi acara kebudayaan.

"Ini adalah sebuah kehormatan luar biasa bagi saya untuk dapat bekerja sama dengan sensei Kuma, seorang master arsitektur Jepang. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, ” begitulah kata Takada yang dikutip Bagus Sukmana.

Menanggapi visi Kengo Kuma untuk menara tertinggi dari lima menara hunian yang akan dibangun, Takada sangat bersemangat untuk merancang tiga menara bertingkat rendah yang menciptakan dialog arsitektur dinamis di dalam area proyek.(isur)

No comments

Powered by Blogger.