[VIDEO] PENGELOLA SEKOLAH DI KUNINGAN APRESIASI PELAKSANAAN BIMTEK PENDIDIKAN INKLUSIF

Share:


UU No 8 tahun 2016 tentang Disabilitas yang didalamnya melingkupi eksistensi pentingnya pendidikan inklusif mulai gencar disosialisasikan di sejumlah daerah. Aspirasi dari sejumlah sekolah di Kab Kuningan, misalnya, penerapan pendidikan inklusif terkendala oleh kekurangan guru ABK dan pemahaman secara khusus.

Meski pendidikan inklusif tidak ansich disabilitas, tetapi penerapan awal lebih menohok ke persoalan Anak Berkebutuhan Khusus (AK) yang memiliki sejumlah hambatan. Kehadiran Ketua Pokja Pendidikan Inklusif Doktor Hidayat ke Kab. Kuningan, disambut antusias sejumlah kepala sekolah, khususnya SMP Negeri 2 Japara Kuningan.

Dalam pertemuan sambutan di Kuningan, Doktor Hidayat terlebih dahulu berdiskusi dengan Dede Dahyo kepala SMP Negeri 2 Japara didampingi wakilnya Juneb. Momon Sukirman Kepala SMP Negeri 1 Cilimus didampingi wakilnya Tono, Kepala SD Negeri 1 Cibingbin Syarif Hidayat, Kepala SD Negeri 1 Kadu Ela Khairudin didampingi wakilnya H. Yoyo, dan Iwan Hermawan yang juga aktif di pendidikan inklusif Kuningan.

Pertemuan singkat itu membuka cakrawala tentang kesulitan sosialisasi pendidikan inklusif di Kab Kuningan. Hampir rata-rata para stakeholder pengajar maupun pengelola sekolah belum satu persepsi mengenai istilah pendidikan inklusif.

SB: Dede Dahyo (Kepala SMPN 2 Japara Kuningan)

Kehadiran sang ahli pendidikan inklusif dari pokja Pendidikan Inklusif Bandung (PIB) itu menuai secercah harapan bahwa sosialisasi UU No 8 tahun 2016 tentang disabilitas dan pendidikan inklusif akan jelas dan sinkron.

SB: Dede Dahyo (Kepala SMPN 2 Japara Kuningan)

Rencananya Doktor Hidayat bersama kru akan memberikan bimbingan teknis (Bimtek) kepada para kepala sekolah di Kab Kuningan disaksikan kepala dinas pendidikan setempat dan para kepala bidang.

Dari Kabupaten Kuningan/ Isur Suryana melaporkan ...

No comments