[VIDEO] KADISDIK KUNINGAN RESMIKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN INKLUSIF BAGI GURU SD & SMP

Share:

Sosialisasi dan peningkatan kapasitas guru pendidikan inklusif, Jumat pagi 24 Agustus 2018, dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kab Kuningan, Dian Rahmat Yanuar. Acara yang merupakan program Direktorat Pembinaan PK-LK (Pendidikan Khusus Layanan Khusus) itu digelar di aula SD Negeri 1 Kaduela, Kuningan. Selain puluhan guru di SD tersebut juga hadir pihak komite sekolah, dan para guru SMP di Kab. Kuningan.

Kepala SD Negeri 1 Kaduela Kuningan Haerudin SPd dalam sambutannya menilai, bimbingan teknis pendidikan inklusif sangat dinanti para guru. Pasalnya, selama ini pengetahuan guru mengenai pendidikan inklusif belum mendalam. Namun demikian pihak SD Negeri 1 Kaduela menyatakan siap menerapkan pendidikan inklusif.

SB: HAERUDIN, SPd (Kepala SD Negeri 1 Kaduela Kuningan)

Kepala Dina Pendidikan Kab. Kuningan Dian Rahmat Yanuar menyambut baik sosialisasi tersebut. Kadisdik meminta para guru harus memahami konsep dan penerapan pendidikan inklusif.

SB: Dr. H. Dian Rahmat Yanuar, MSi (Kepala Disdik Kab. Kuningan)

Para guru akan menerima penjelasan rinci dari pakar Pendidikan Inklusif Doktor Hidayat yang didatangkan khusus dari Bandung. Melalui sentuhan keilmuan khas ini, guru dan sekolah akan menciptakan pendidikan untuk semua (Education for All).

SB: Dr. HIDAYAT, Dpl,S.E.d., M.Si (Pakar Pendidikan Inklusif)

Selanjutnya, para guru menyatakan siap menerapkan pendidikan inklusif di sekolahnya termasuk guru mata pelajaran IPS di SMP Negeri 1 Pasawahan Kuningan, Arief Abdul Rockhman ini.

SB: Arief Abdul Rokhman, M.Pd (Guru IPS SMPN 1 Pasawahan Kuningan)

Anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa, sebagai sumber daya manusia di masa depan, modal bangsa bagi pembangunan yang berkesinambungan. Berangkat dari pemikiran tersebut, kepentingan yang utama untuk tumbuh dan berkembang dalam kehidupan anak harus memperoleh prioritas yang tinggi.

 Kegiatan yang dilaksanakan di SDN 1 Kaduela itu berlangsung tiga hari mulai 24 hingga 26 Agustus 2018. Berikutnya, tim dan ahli pendidikan inklusif akan mendatangi SD lain dan SMP di Kab. Kuningan hingga awal September 2018.

Isur Suryana melaporkan

No comments