[VIDEO] PULUHAN GURU SD & SMP DI KUNINGAN IKUTI SOSIALISASI PENDIDIKAN INKLUSIF

Share:


Hari Sabtu 25 Agustus 2018, sesi pemberian materi pendidikan inklusif pada sosialisasi dan peningkatan kapasitas guru pendidikan inklusif di SD Negeri 1 Kaduela Kuningan, disambut antusias puluhan guru SD dan
SMP. Program ini dicanangkan Direktorat Pembinaan PK-LK (Pendidikan Khusus - Layanan Khusus). Apalagi, Pakar ahli Pendidikan Inklusif Doktor Hidayat menyampaikan materi diselingi sejumlah permainan menarik. Waktu 8 jam pun dipadatkan dalam satu hari, tak terasa hingga sesi ini tersampaikan dengan sempurna dan menyenangkan.

Para peserta berasal dari SMP Negeri 1 Pasawahan, SDN 1 dan 2 Kaduela, SDN 3 Pasawahan, SDN 1 dan 2 Ciwiru, SDN Cidahu, dan SDN Cimara. Masing-masing sekolah mengirimkan 4 orang utusannya untuk dididik agar memahami pendidikan inklusif. Semuanya berjumlah 32 guru. Hanya dalam waktu singkat, para guru yang rata-rata masih muda ini sudah memahami filosofi pendidikan inklusif.

Mereka faham cara memperlakukan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang tergolong ke dalam kategori disabilitas. Tidak lagi tega menyebut anak cacat, anak autis, anak buta, dan lain-lain, tetapi pendidikan inklusif mengandung arti berbeda-beda tetapi boleh berbaur dan mendapatkan pendidikan layak di sekolah reguler.

Orang yang pertama menyatakan besar manfaatnya diklat atau bimtek ini adalah kepala SD Negeri 1 Kaduela, Haerudin, yang sekolahnya dijadikan tempat pelatihan.

SB: HAERUDIN, SPd (Kepala SDN 1 Kaduela Kuningan)

Dengan ilmu dari Doktor Hidayat, para guru mampu menyikapi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di sekolahnya. Seperti yang diutarakan Unan, Guru SDN 2 Kaduela Kuningan ini.

SB: UNAN, S.Pd, M.Pd (Guru SDN 2 Kaduela Kuningan)

Game-game ini juga salah satu cara para guru memahami karakter anak dan siswa. Sehingga perlakuan mereka terhadap siswa dengan cara-cara yang edukatif.

SB: AAN SRI YULIANA (Guru SDN Cimara Kuningan)

Para guru sepakat, tidak boleh membeda-bedakan anak berkebutuhan khusus dengan anak lainnya di sekolah maupun di tempat lain.

SB: IYAN SRIWAHYUNI HANDAYANI, S.Pd (Guru SDN 2 Kaduela Kuningan)

Babak terakhir dari sosialisasi pendidikan inklusif bagi para guru ini adalah pemahaman yang paripurna. Doktor Hidayat menyebutnya kesempurnaan materi pendidikan inklusif dengan tingkat kesiapan para guru mendidik anak disabilitas atau ABK.

SB: Dr. HIDAYAT, Dpl, S.E.D, M.Si (Pakar Ahli Pendidikan Inklusif)

Tidak hanya dirasakan oleh para guru di dalam kelas, namun sosialisasi ini juga dirasakan manfaatnya oleh panitia pelaksana. Sebut saja Aan Anengsih yang tugasnya membagikan konsumsi dan mengatur acara agar berjalan lancar.

SB: AAN ANENGSIH (Guru SDN 1 Kaduela Kuninan)

Setelah menimba ilmu dari pakar ahlinya, Doktor Hidayat, para guru akan memahamkan siswa lainnya agar tidak muncul pembulian, dan menghargai karunia Tuhan. Sebab, di dalam hambatan yang dimiliki siswa berkebutuhan khusus, terdapat kekuatan yang sangat dahsyat.

isur suryana melaporkan

No comments