[VIDEO] DAHSYAT, PAGELARAN SISWA SANTO ALOYSIUS DIGANJAR REKOR MURI DUNIA || ADA SKETSA TERPANJANG DI SINI

Share:


Inilah tampilan paling dahsyat sepanjang sejarah pagelaran kolosal di dunia. Sedikitnya 880 anak sekolah dari Santo Aloysius dari mulai TK, SD, SMP, hingga SMA menampilkan gebyar luar biasa.

Merinding rasa nasionalisme kita saat menyimak pagelaran bertajuk 'Ekadasa Windu Aloysius' ulang tahun ke-88 ini. Pagelaran buah karya sutradara Fathur A Husein yang digelar di Gedung Sabuga, Kota Bandung, 29 Agustus 2018  ini, ditonton oleh sekitar 1500 orang.

Mereka mempersembahkan sederet mosaik seni yang merupakan buah kreativitas dan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran di sekolah. Paduan suara, drum band, drama, tarian dan lagu-lagu nusantara dari Sabang sampai Papua.

Bagi Sekolah Aloysius, hal tersebut merupakan refleksi sumbangsih dalam merawat, merayakan keberagaman dan toleransi, persatuan dan kebersamaan dalam mosaik indahnya latar keragaman Nusantara melalui peserta didik.


Pada pagelaran tersebut juga dipajang sebagian sketsa karya 2.500 siswa yang berkelompok 4-5 anak, dipajang pada panel sepanjang 4-5 meter, yang dirangkai secara keseluruhan sepanjang 2.500 meter sebagai wahana menyalurkan ekspresi seni mengenai keberagaman dan kekayaan budaya Nusantara.

SB: Fathul A Husen (Sutradara Pagelaran)

Dari aksi pagelaran yang memukau ribuan penonton itu, ternyata mendapat penilaian sebagai pagelaran yang masuk rekor MURI, khususnya pembuatan sketsa terpanjang sedunia yang dibuat oleh murid sekolah.

J Ngadri Senior Manajer Museum Rekor Muri dunia Indonesia yang sejak awal mengintip pagelaran ini, mengklaim pagelaran 880 anak dan siswa sekolah Aloysius ini masuk Museum MURI dunia.

SB: J. Ngadri (Senior Manager MURI Dunia-Indonesia)

Tentu ini merupakan hasil karya anak-anak Indonesia dari sekolah Santo Aloysius yang menunjukan kebaragaman sebagai satu kekuatan bangsa. Seperti diapresiasi Ketua Yayasan Penyelenggara Sekolah Santo Aloysius Sherly Iliana.

SB: Dr. Ir. SHERLY ILIANA, MM (Penyelenggara Sekolah Santo Aloysius Bandung)

Ini momen langka karena tidak digelar setiap tahun. Pagelaran merangkum semua sisi kehidupan tanpa batasan agama, suku, maupun adat. Drama kolosal selain bermuatan seni juga pembentukan karakter supaya siswa bertahan pada moral yang baik.

Isur Suryana melaporkan ...

No comments