[VIDEO] BRIGJEN POL. PURN. SISWANDI: INDONESIA GAGAL TANGANI KASUS NARKOBA | 91 TERPIDANA MATI SEGERA DIEKSEKUSI

Share:


JAKARTA - Ketua Umum GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) Brigjen Pol (P) Drs Siswandi menegaskan, tidak ada waktu untuk memberi ampun kepada para sindikat narkoba yang menjadi narapidana. Bahkan, ia mengapresiasi Kepala Badan Narkotika Nasional (Ka BNN) Drs Heru Winarko atas diprosesnya 91 narapidana narkoba untuk segera dieksekusi mati.

Pernyataan Siswandi disampaikannya kepada sejumlah awak media melalui android, Jumat (28/09/2018). Tentu pernyataan Siswandi memiliki alasan yang kuat. Kata dia, jangan sampai para sindikat narkoba itu mengendalikan jaringan sindikat yang sudah mendapatkan hukuman mati, kemudian mengendalikan lagi dari dalam lapas (lembaga pemasyarakatan).

"Sehingga hukuman mati bisa terjadi tiga kali, seperti almarhum narapidana Freddy Budiman, hukuman mati tiga kali baru dieksekusi," tandas Siswandi. Pemerintah melalui ekksekutor Kejaksaan Agung diharapkan segera merespon upaya Kepala BNN untuk  melakukan eksekusi terhadap 91 narapidana yang sudah divonis hukum mati.

"Itu pun kalau Indonesia ingin serius menangani kejahatan narkoba. Tetapi kalau tidak, ya nasib menunggu Indonesia menjadi surga narkoba. Tinggal nunggu waktu saja. Indonesia bukan saja Darurat Narkoba tapi sudah mengalami Bencana Narkoba," tandas Siswandi sambil mengajak masyarakat WASPADA terhadap kejahatan narkoba setiap saat.

Dalam wawancara di Youtube edisi 14 Desember 2017 melalui akun Aji Satriya, Siswandi menyatakan dengan tegas bahwa Indonesia gagal menangani masalah narkoba. Padahal masalah narkoba menjadi tugas pemerintah melalui para menteri.

Para menteri itu bertanggung jawab atas keselamatan anak bangsa dari bahaya narkoba. "GPAN akan selalu di depan memerangi narkoba agar Indonesia bersih narkoba," kata Siswandi.(isur

Simak video wawancara Brigjen Pol (P) Drs. Siswandi selengkapnya:

No comments