SETAP HARI 50 ORANG TEWAS AKIBAT NARKOBA | INI BENAR-BENAR MENGERIKAN

Share:


JAKARTA – Ketua Umun Generasi Peduli Anti Narkoba (Ketum GPAN) Brigjen Pol (P) Drs Siswandi menegaskan, pengguna maupun pecandu narkoba harus segera diobati (rehabilitasi) sampai sembuh. Pasalnya, setiap harinya ada 50 nyawa melayang akibat mengkonsumsi narkoba.

Siswandi mencatat, penggunaan narkoba di Indonesia kian menghawatirkan dari tahun ke tahun. Menurutnya, para pecandu narkoba adalah korban yang harus segera diselamatkan. Mereka harus menjalani rehabilitasi. “Itulah ganjaran saat tertangkap polisi, mau tidak mau, pengguna narkoba wajib menjalani rehabilitasi,” paparnya.

Pecandu narkoba harus diobati meski ditempatkan di lembaga rehabilitasi milik negara. Ia juga menyebutkan, mengkriminalisasikan pecandu atau pengguna narkoba justru bertentangan dengan Hak Azasi Manusia (HAM) dengan teori viktimilogi.

“Selamatkan korban dan pecandu, sebab narkoba itu dapat merusak. Mengkriminalisasikan pecandu atau pengguna narkoba bertentangan dengan HAM dan teori viktimilogi," tandas Siswandi.

Ditambahkan: "Korban dan pecandu adalah victim. Mengapa harus dipenjara? Karena, praktisi hukum belum memahami UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika," ungkap mantan pejabat tinggi Mabes Polri dan BNN ini.

Siswandi juga menghimbau seluruh komponen masyarakat agar memahaminya. "Agar para korban, pecandu narkoba dan pelaku yang dikriminalisasikan perlu pertolongan dan bantuan kita-kita bersama-sama," tambahnya.

Kerugian yang dialami para korban dan pecandu narkotika antara lain:
1. Sudah kehilangan kehidupan dan masa lalunya,
2. Sudah kehilangan kehidupan masa kininya,
3. Jangan sampai juga kehilangan kehidupan masa depannya.

Stop Narkoba ...!!!
Ketua Umum GPAN
Brigjen Pol (P) Drs. Siswandi

No comments