[VIDEO] SLB AUTISMA BSH MODEL SEKOLAH BERASRAMA || PELOPORI TERBENTUKNYA DESA INKLUSIF

Share:


Kalau sudah kumpul dengan kemasan FGD (Forum Group  Discussion) seperti ini, semua tentang autisme meluncur dari mulut para ahli, pemerhati, dan elemen lainnya. Diskusi publik ini diprakarsai Yayasan Bani Enim yang mendirikan SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati.

Hadir sebagai pembicara Retno Listyarti Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dhanang Sasongko Ketua PAUD Institute, Asep Hilman Penasehat Yayasan Bani Enim, Anne Nurfarina Akademis Universitas Widyatama, Dokter Krisnahadi profesional medis, dan Juju Sukmana dari Yayasan Biru Indonesia.

Pembicaraan cukup seru terkait autisme. Apalagi para pemerhati membaca latarbelakang pendirian dan perjuangan dibentuknya SLB Autisma BSH yang dipaparkan Bunda Bening, kepala sekolah di SLB itu.

Beberapa catatan penting di sini, tidak hanya  masyarakat yang harus ambil bagian, pemerintah juga mesti menunjukan goodwillnya terhadap persoalan disabilitas, khususnya autisme.

Yang unik dari pembicaraan ini, SLB Autisma BSH mampu menciptakan suasana kampung Cibirubeet Hilir, Desa Cileunyi Wetan, Kab. Bandung, menjadi kampung ramah disabilitas. Bahkan ini diakui secara nasional
karena mendapat sertifikat.

Dengan dibinanya 69 anak autis di sekolah dan asrama, membawa perubahan pada suhu perhatian masyarakat, apalagi di sini ada 16 pendidik lulusan pendidikan luar biasa yang ikut mengajar dan membina anak-anak autis.

Targetnya adalah Desa Inklusif, seperti tema yang dicantumkan pada FGD ini: "Pengenalan Autisma dan Layanan Pendidikannya Serta Mewujudkan Desa Inklusif". Tidak salah jika kelak SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati menjadi pusat studi dan potret pengembangan desa ramah disabilitas.

SB: Muftiah Yulismi (Konsultan Pendidikan Inklusif)

Inilah tanggapan dari para pemerhati anak Indonesia.

SB: Retno Listyarti (Komisioner KPAI)
SB: DHANANG SASONGKO (KETUA PAUD INSTITUTE)

Hasil kajian di FGD ini akan dibawa ke ranah eksekutif dan parlemen. Dewan Penasehat Yayasan Bani Enim Asep Hilman menandaskan, rekomendasi dari buah pemikiran para pemerhati dan ahli akan menjadi kerangka acuan para pengelola sekolah luar biasa, khususnya penyandang autis.

SB: Asep Hilman (Penasehat Yayasan Bani Enim)

Sementara itu mendapat apresiasi dari banyak kalangan, Bunda Bening alias Nining Honijah kepala SLB Autisma BSH mengaku bersyukur dan pihaknya akan membuat sekolahnya semakin baik. Bahkan, sekolahnya sangat ingin dikunjungi gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil ataupun wakilnya Uu Ruzhanul Ulum. 

SB: Bunda Bening al. Nining Honijah, SPd.I (Kepala SLB Autisma BSH)
SB: Aris Rohana (Ketua Yayasan Bani Enim)

Sejak berdirinya, SLB Autisma Bunda Bening Selakshahati  tahun 2011, membawa perubahan pada sikap masyarakat sekitar. Bahkan atas penilaian umum, daerah dimana SLB ini berdiri, mendapat predikat Kampung Ramah Disabilitas.

SB: Momo (Ketua RW 13)
SB: Deden Sumpena (Ketua BPD Cileunyi Wetan)
SB: Asep Momon (Sekdes Cileunyi Wetan)

Di SLB autisma itu menerapkan prinsip satu guru menangani satu murid dibantu terapis berpengalaman menangani anak-anak autistik. Kurikulumnya dari Diknas PLB yang dipadukan metoda tatalaksana ABA/Lovvas.  kurikulum tersebut dipilih karena belum ada kurikulum khusus buat anak autis.

Isur Suryana melaporkan ...

No comments