[VIDEO] RATUSAN GURU SD DI KOTA DEPOK IKUTI SOSIALISASI PENDIDIKAN INKLUSIF || GILIRAN SD SEMUT-SEMUT NATURAL SCHOOL UNJUK PRESTASI

Share:


Para Guru, orangtua, dan sebagian mahasiswa ini mengikuti  bimbingan teknis sekaligus sosialisasi Pendidikan Inklusif di SD Semut-Semut Natural School Kota Depok, Sabtu 27 Oktober 2018. Seperti di daerah lain, pemateri utama didatangkan khusus dari UPI Bandung, Doktor Hidayat, pakar ahli Pendidikan Inklusif yang namanya semakin populer di negeri ini.

Yang berbeda dibanding daerah lainnya, antusias peserta melebihi kepasitas biasanya. Peserta berasal dari dua SD negeri, 16 SD swasta, ada juga mahasiswa, orangtua siswa yang memiliki anak berkebutuhan khusus (ABK), para guru TK dan guru2 SMP The Indonesia Natural School.

Jika dirinci para peserta ini berasal dari SD IT Mawaddah, SD IT Auliadi, Sekolah Anakkita,  SD IT (Islam Terpadu) Ruhama, SD IT Alkamil, Sekolah Alam Depok, SD Pionir, Shofa Marwah Islamic School, Home Schooling BPIM, Bakat Smart Galaxi, Sekolah Nasional Plus Tunas Iblam, Sekolah Citra Alam, TK Lazuardi, SD Global Mandiri, SMP IT Arafah, Sekolah K-Link, Camila Care Center, dan guru internal Semut-Semut Natural School.

Di sini Doktor Hidayat menemukan suasana sekolah alam yang sangat asri, membawa peserta semakin mudah memahami pendidikan inklusif. Antusias para peserta diketahui dari cara mereka terlibat diskusi dengan Doktor Hidayat.

Bagi Doktor Hidayat, implementasi konsep dasar Pendidikan Inklusif di sekolah ini sebenarnya sudah tidak diperlukan lagi, sebab sekolah ini sudah menjalankan implementasi inklusif. Para peserta diajak berdiskusi mendalami cara implementasi pendidikan inklusif. Selain materi yang disampaikan, Doktor Hidayat juga mengajak peserta ikut game-game menarik yang terkait materi inklusif. Dan ini paling disukai peserta.

Inti dari bentuk inklusif yang sudah dijalankan di sekolah ini antara lain lingkungannya sangat memadai, bersih, tertata rapi, SDM guru yang profesional, dan rancangan kurikulum yang menyajikan pendidikan untuk semua (education for all). Maka pantas jika SD Semut-Semut Natural School ini menjadi percontohan sekolah inklusif secara nasional.

SB: DR. HIDAYAT, DPL, S.ED, M.SI (PEMATERI - PAKAR AHLI PENDIDIKAN INKLUSIF)

Tidak sekedar pemahaman, pendidikan inklusif harus mampu diimplementasikan di sekolah. Contoh simpel, memanggil anak inklusi sudah tidak relevan apalagi sebutan anak cacat. Memberi label anak berkebutuhan khusus (ABK) atau disabilitas saja masih menjadi beban pikiran keluarga. Implemantasi yang baik terhadap ABK atau inklusi dicontohkan oleh Prime Principal Sekolah Semut-Semut Kota Depok, Arfi Destianti, atau lebih populer dengan sebutan Bunda Arfi ini.

SB: DRA. ARFI DESTIANTI (PRIME PRINCIPAL SEKOLAH SEMUT-SEMUT DEPOK)

Setiap orang butuh pendidikan inklusif tidak hanya anak berkebutuhan khusus. Ini dibuktikan oleh pengakuan seorang ibu, orangtua salah satu murid ABK di Depok, sebut saja Bunda Arka, yang cukup getol meng-aplod video-video tentang aktivitas ABK melalui youtube ini.

SB: BUNDA ARKA (ORANGTUA MURID ABK)

Materi yang disajikan Doktor Hidayat mengesankan banyak hal baru bagi guru di SD IT Ruhama Depok ini, Asep Komarudin. Ia akan mengimplementasikan ilmu-ilmu baru itu di sekolahnya.

SB: ASEP KOMARUDIN, S.PD (GURU SD IT RUHAMA DEPOK)

Tidak hanya guru, kata Nisfie M Hoesein Psikolog dari Kota Depok ini, memahamkan pendidikan inklusif juga sangat berguna untuk para pengasuh anak dan para orangtua.

SB: NISFIE M. HOESEIN (PSIKOLOG KOTA DEPOK)

Perlu diakui, Doktor Hidayat sangat baik memberikan materi pendidikan inklusif di sini. Salah satu guru pendamping khusus SMP Natural School Anggi Eka Aprilia menilai, ini adalah pemberian materi pendidikan inklusif yang paling lengkap dan mudah difahami dalam waktu singkat.

SB: ANGGI EKA APRILIA, SP (GURU PENDAMPING SMP NATURAL SCHOOL DEPOK)

Sekolah yang beralamatkan di Jalan Kapal Industri Dalam, daerah Kelapa Dua, Depok, ini berlandaskan ajaran Islam. Sekolah ini menjadi incaran karena lokasinya berbaur dengan masyarakat. Di Sekolah Semut-Semut, pembelajaran menganut sistem active learning, siswa terlibat aktif dan menjadi pusat kegiatan mengajar belajar, sehingga tercipta pengembangan diri yang kreatif dan mandiri.

Kegiatan belajar mengajar dikemas dalam kegiatan-kegiatan menyenangkan seperti; demonstrasi, eksperimen, penemuan masalah, ceramah , tanya jawab, diskusi, pemecahan masalah. Karena sekolah ini percaya, setiap siswa memilki perbedaan karakter dan cara belajar yang harus dihargai dan difasilitasi.

Isur Suryana melaporkan ..

No comments