[VIDEO] MUGI SUDJANA ALUMNI PESANTREN TEGALEGA SUKABUMI | BERHARAP DOA DARI SANG KYAI

Share:


Sukabumi selain terkenal dengan sebutan kota polisi, juga terkenal dengan pengaruh kyai pesantrennya yang kharismatik. Ketua Umum BBC Mugi Sudjana tercatat sebagai santri di pesantren Ibaadurrohman Tegallega Kota Sukabumi. Meski belajar hanya 1,5 tahun di sini, namun Mugi Sudjana cukup menguasai ilmu keagamaan. Itu sebabnya, Mugi Sudjana salah satu pimpinan ormas yang getol melaksanakan solat.

Kedatangan Mugi Sudjana ke pesantren ini, tidak lain untuk mendapatkan doa dan dukungan dari sang kyai pimpinan pesantren, KH. Fatullah Mansur alias Abah Fatah. Ikhtiar dengan doa sang kyai untuk memuluskan jalan dalam pencalonannya ke DPD RI.

Saat didatangi, Abah Fatah sedang tidak berada di tempat. Abah Fatah sedang menjalani cuci darah di RS Samsudin Sukabumi. Mugi Sudjana pun segera mendatangi RS tersebut. Meski sedang didera penyakit berat, Abah Fatah nampak tegar dan banyak senyum. Mugi Sudjana pun mendapat banyak nasehat dari Abah Fatah.

SB: KH. Fatullah Mansur (Pimpinan Ponpes Ibaadurrahman Tegalega Sukabumi)

Meski singkat, pertemuan itu sangat berarti bagi Mugi Sudjana karena mendapat dukungan dan doa dari sang kyai. Sebab, Abah Fatah adalah pimpinan pesantren yang didirikan dengan sejarah yang unik. Konon, ini berawal dari ghirah tokoh-tokoh masyarakat setempat yang meminta alm KH. Dadun Abdulqahhar untuk berdakwah karena konon daerah Tegallega dan sekitarnya, saat itu, basis PKI, penganut faham komunis dan Animisme.

Tahun 1964 atas usul alm Ali Basri dari Lembursitu dan H. Ahmad Dasuki Tegallega kepada alm KH. Dadun Abdulqahar - Pimpinan Yayasan Adda’wah, Cibadak Kabupaten Sukabumi, untuk mendirikan sebuah Pesantren di Tegallega Lembursitu Kecamatan Baros dengan induk ‘Yayasan Da'wah’.

Sekalipun pembangunan komplek pesantren itu belum memenuhi seperti yang direncanakan, namun tahun 1967 sudah mulai difungsikan. Mengenai pengelolaannya diserahkan kepada kakaknya, alm KH. Acun Mashur, dengan dibantu adiknya, alm KH. Abdul Malik ,yang dilanjutkan oleh KH. Fatullah Mansur yang lebih dikenal dengan Abah Fatah hingga sekarang.

SB: Yan Hasanudin Malik, SPd.I, MM (Kepala MA YLPI Ibaadurrahman & Pengurus MUI Sukabumi)

Aktivitas 2000 siswa di sini sangat kentara. Mereka dibimbing oleh sekitar 300 guru. Di pesantren ini juga ada TK, MI, MTs, MA, SMK dan STM-SMEA. Lulusannya tersebar ke seantero Jabar dan nusantara. Bahkan ada yang menjadi pengusaha maupun pejabat negara, tidak terkecuali gubernur Aher dan Mugi Sudjana yang kini hendak melenggang ke kursi parlemen nasional.

Dukungan tidak hanya berupa doa, tetapi jaringan alumni pesantren Ibaadurrahman Tegallega berjumlah ribuan orang. Cukup optimis jika suara alumni pesantren ini diberikan untuk Mugi Sudjana caleg DPD RI nomor urut 53 ini. 70 spanduk sudah dipasang di 48 desa di kecamatan Lembur Situ Kota Sukabumi. Di sini setidaknya 4000 lebih suara untuk Mugi Sudjana.

SB: Rahmat (Tim Jaringan Sukabumi - Adik Kandung Abah Fatah)

Sebut saja Wawan Hermawan, teman dekat sekaligus terah kyai pesantren Ibaadurrahman, adik kandung Abah Fatah ini, memberi dukungan kepada Mugi Sudjana. Wawan juga kini pengusaha pengolahan kayu CV Jati Andri Mandiri di bilangan Jln. Pelabuhan II KM 8 Tegallega Sukabumi. 

SB: Wawan Hermawan (Pengusaha Kayu - Adik Kandung Abah Fatah)

Dengan kekuatan alumni pesantren, para pemilih pemula, para guru dan keluarganya, ditambah jaringan yang dibina di 48 desa di Kec. Lembursitu Sukabumi ini, semakin menambah deretan dukungan kepada Mugi Sudjana.

Dari Kota Sukabumi, Isur Suryana melaporkan ...

No comments