GPAN: Pemerintah Gagal Berantas Narkoba | Tahun 2018 Jumlah Napi Narkoba Naik Jadi 97.835 Orang

Share:


JAKARTA - Hitungannya sederhana, hasil pengumpulan data oleh aktivis GPAN (Generasi Peduli Anti Narkoba) Pusat menyebutkan, sepanjang tahun 2018, jumlah narapidana (napi) narkoba di Indonesia mencapai 97.835 orang. Terjadi kenaikan yang signifikan sebanyak 24.667 orang dibanding tahun 2017 yang hanya 73.168 orang.

Data statistik yang dikumpulkan aktivis GPAN selanjutnya menyebutkan, jumlah napi narkoba mendominasi hunian lapas di Indonesia. Total napi mencapai 255.407 orang seluruh lapas se-Indonesia. Jika estimasi itu disalurkan untuk anggaran makan-minum saja, pemerintah harus mengeluarkan uang sebanyak Rp2,7 triliun setahun.  

Sebagai gambaran paling dekat saja, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Jakarta saat ini 70 persen penghuninya adalah napi narkoba. Menurut Ketua Umum GPAN Brigjen Pol (P) Drs Siswandi, pemerintah dianggap gagal menangani korban maupun pecandu narkoba. Padahal Rehabilitasi bagi pengguna narkoba sudah sesuai Undang Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

"Itu sebabnya GPAN mengajak pemerintah melalui Menkum HAM RI Bapak Yosonna Laoly untuk merubah paradigma bahwa pengguba narkoba maupun pecandu jangan dikriminalisasi melainkan direhabilitasi," ungkap Ketua Umum GPAN Brigjen Pol (P) Drs Siswandi kepada INTRONEWS melalui android, Jumat (21/12/2018).

Sementara itu Siswandi juga mencatat, sepanjang tahun 2018 puluhan artis sudah ditangkap karena narkoba. Mereka ada yang berperan sebagai pengedar, ada juga sebagai penyalahguna. Penyalahguna narkoba itu banyak diantaranya sebagai korban maupun pecandu.

"Hal tersebut bisa dibuktikan dari peran maupun jumlah barang bukti apakah hasil assesmennya dan hasil tes urine, rambut maupun darah," tandas Siswandi yang kini tercatat sebagai calon legislatif DPR RI Dapil Jabar VIII dari Partai Golkar itu. 

Saat ditanya mengenai jumlah artis yang meninggal akibat narkoba, Siswandi mengaku belum mendengarnya. Menurutnya, kalau selebritis yang tertangkap mengonsumsi narkoba banyak dan saat ini menjalani putusan hakim.

Berapa banyak yang direhabilitasi? Kenapa dia mesti direhab? Siswandi merinci, jumlah yang direhabilitasi karena kecanduan narkoba terus melapor pada IPWL. "Kalau yang secara kesadaran, saya belum dengar. Tetapi setelah ditangkap dilanjut prosess hukum, dan ada juga yang vonisnya direhabilitasi," kata Siswandi.  
 
Ditegaskan Siswandi, korban penyalahguna dan pecandu narkotika bukanlah kriminal, bukan penjahat melainkan korban. Berbeda masalahnya ketika kasus Roro Fitria. Ia tidak direhabilitasi karena Roro Fitria bukan korban maupun pecandu.

"Saya berharap, tahun 2019 seharusnya sudah tidak ada lagi korban dan pecandu narkoba yang dikriminalisasi," pungkas mantan pejabat tinggi di Mabes Polri maupun BNN itu.(isur)

No comments