SBY LAH PRESIDEN PALING BERJASA MENGANGKAT 1 JUTA GURU HONORER JADI PNS | BEREDAR SPANDUK BERHASTAG #jadikankamiPNS

Share:


JAKARTA - Bicara soal guru honorer, sepanjang sejarah Indonesia Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) lah presiden RI paling berjasa membuat mereka menjadi PNS. Catatan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Herman Khaeron, dalam dua periode pemerintahannya, SBY mem-PNS-kan satu juta guru honorer.

Pernyataan Herman Khaeron yang juga kader senior Partai Demokrat tersebut dilontarkan saat menjawab wartawan mengenai contoh figur pemimpin nasional yang dirindukan rakyat, khususnya para pendidik, di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2018 lalu.

Ada kerinduan para tenaga honorer terhadap sosok kepmimpinan SBY yang tampak pada spanduk bertuliskan “Pak SBY, Guru Honorer Merindukanmu, #jadikankamiPNS” terpampang di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Kata Herman Khaeron, saat menjadi presiden dua periode, perhatian SBY (Ketua Umum Partai Demokrat) sangat besar kepada para tenaga honorer. “Pak SBY memberikan perhatian penuh kepada para tenaga honorer. Pak SBY mengangkat secara bertahap tenaga guru honorer mencapai di atas satu juta orang menjadi PNS,” kata Herman.

Perhatian bukan hanya terhadap guru, melainkan tenaga honorer di berbagai bidang lainnya. “Partai Demokrat berkomitmen mengangkat kesejahteraan para honorer, dan memperjelas status mereka. Tentu bagi Partai Demokrat harus ada solusi untuk meningkatkan status dan kesejahteraan para honorer, karena bukan guru saja, ada penyuluh pertanian, penyuluh perikanan, tenaga kesehatan, dan lain-lain,” papar Herman.

Saat ditanya bagaimana era SBY bisa mengangkat sampai satu juta tenaga honorer menjadi PNS, Herman mengatakan, semua tergantung animo presiden. Menurutnya, jika memang mau diselesaikan maka pasti bisa selesai.

“Semua itu dikembalikan kepada presiden dan pemerintahannya. Jika ingin diselesaikan pasti selesai,” tandasnya.

Herman pun memberikan jawaban saat ditanya perlu tidaknya Revisi Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), dan apakah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bisa menuntaskan masalah honorer keseluruhan.

“Aturan syarat batas usia bagi PNS di UU ASN tentu baik, tetapi bisa dinaikkan batas usianya. Sehingga pembahasan Revisi UU ASN bisa dilanjutkan, selain ada pengecualian terhadap honorer yang ketika masuk batas usianya dapat diperhitungkan, dan PPPK bisa menjadi sarana antara,” kata pria yang akrab disapa Kang Hero ini.

Kerinduan Pada SBY
Pernyataan Herman Khaeron atas pertanyaan wartawan itu muncul, khususnya karena ada viral soal spanduk bertuliskan “Pak SBY, Guru Honorer Merindukanmu, #jadikankamiPNS”, sangat ekstrem dipasang di pinggir jalan, kawasan Puncak Bogor, sehingga dengan mudah terbaca pengguna jalan tersebut.

Herman tidak tahu siapa pemasang spanduk tersebut, tapi salah satu pengurus Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Ahmad Saefuddin mengaku, tulisan di spanduk itu merupakan ungkapan polos penuh harap dan tulus dari sebuah aspirasi anak bangsa terhadap kenangan terindah di masa pemerintahan SBY.

“Inilah potret nyata yang terjadi di lapangan, sebuah perbandingan era yang kontradiktif. Mau tidak mau sejarah telah mengukir dengan tinta emas apa saja yang telah dilakukan era pemerintahan SBY. Beliau adalah bapak pahlawan honorer karena hanya di masanya banyak honorer diangkat menjadi PNS,” kata Ahmad.(isur/rls)

Sumber: www.hermankhaeron.info

No comments