SISWANDI APRESIASI PENYIDIK PMJ YANG MENAHAN TERSANGKA PERMATA NAULY | ADVOKAT & KURATOR JUGA TIDAK KEBAL HUKUM

Share:


JAKARTA - Indonesia merupakan negara berdasarkan hukum. Sehingga apa pun mesti sesuai hukum yang berlaku. Lebih tegasnya, negeri ini tidak mengenal istilah kebal hukum. Siapa pun jika melanggar KUHP harus dijerat, termasuk advokat maupun kurator.

Itu sebabnya, Brigjen Pol (P) Drs. Siswandi mengapresiasi Penyidik Polda Metro Jaya (PMJ) yang telah menahan tersangka Permata Nauly Daulay yang menganggap dirinya kebal hukum atas perkara penipuan dan penggelapan.

Penyidik PMJ telah melakukan penyidikan secara profesional terhadap laporan Polisi LP/3342/VI/2018/PMJ/Dit. Reskrimsus, tertanggal 26 Juni 2018 terkait Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dan Pengelapan.

"Tersangka Permata Nauly Daulay telah ditahan di Polda Metro Jaya. Sementara tersangka lainnya atas nama Tonny Alamsyah telah dinyatakan (P21) atau berkas dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta," kata Siswandi kepada sejumlah wartawan melalui android, di Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Menurut Siswandi, ia sengaja membuka tabir hukum ini, karena tersangka selama ini tidak bertindak kooperatif. Tersangka Permata Nauly tidak memenuhi panggilan polisi, baik di laporan polisi pertama maupun di laporan polisi berikutnya. 

Sinyalemen ini juga terungkap setelah tersangka selama ini menganggap dirinya disebut pengacara dan kurator Kebal Hukum. "Namun Penyidik Polda Metro Jaya telah membuktikan bahwa tidak ada yang kebal hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini," tandas mantan perwira tinggi yang kini Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) ini.

Ditambahkan, pelaku tidak hanya beraksi di Jakarta, kasus serupa juga tersangka lakukan di wilayah hukum Polda Lampung, Polda Sumut, dan Polda Jatim. Polisi dua kali pemanggilan tetapi kedua panggilan tersebut tidak diindahkan tersangka. Walhasil, penyidik segera melakukan penangkapan dan penahanan sesuai prosedur.

"Saya berharap agar tersangka Permata Nauly Daulay tidak ditangguhkan penahanannya, karena tersangka telah beberapa kali melalukan tindak pidana pengelapan lainnya dan telah dilaporkan di Polda Lampung, Polda Sumut dan Polda Jatim," pungkas Siswandi.(isur)

No comments