UIN BANDUNG CETAK LULUSAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI | WASPADAI DISRUPSI YANG MERUSAK TATANAN

Share:


BANDUNG - Senat Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Minggu 20 Januari 2019,  melantik 1.078 wisudawan untuk tahun akademik 2018/2019. Prosesi wisuda berlangsung di Aula Gedung Anwar Musaddad,  Kampus I, Jalan AH Nasution 105 Bandung, dipimpin langsung Rektor UIN Bandung Prof. Mahmud.

Untuk awal tahun 2019 ini UIN Bandung meluluskan dari 1.078 wisudawan itu 553 orang dari program sarjana (S1), 75 orang program magister (S2), dan 50 orang program doktor (S3). Dalam pidatonya, Prof. Mahmud mengulas UIN Bandung selalu menjadi universitas paling depan mengutamakan wahyu memandu ilmu. "Boleh menjadi ilmuwan di zaman now tetapi tetap berakhlakul karimah (akhlak mulia)," papar rektor disambut aplaus wisudawan dan undangan.

Dalam paparannya, rektor tengah menyiapkan tiga agenda yang relevan dalam menghadapi era saat ini, yakni digitalisasi, internasionalisasi, dan internalisasi nilai-nilai Islam. Digitalisasi merupakan desakan internet of things dengan mengubah segala basis penggunaan teknologi informasi dari analog ke digital.

"Agenda internasionalisasi merupakan percepatan menuju world class university, yakni melalui penguatan kompetensi keilmuan, pengenalan inovasi, dan pengakuan di tingkat lokal, nasional, regional dan global," tandas Mahmud.

Pesan rektor kepada seluruh wisudawan, selalu menjaga nama baik UIN SGD Bandung, antara lain dengan meningkatkan kualitas ketakwaan. Sesuai dalil naklinya, sebaik-baiknya manusia dia bermanfaat bagi diri dan lingkunganya.

Waspadai Era Robotis
Prof. Mahmud mengingatkan lulusan, saat ini masyarakat dunia sedang menghadapi tantangan besar era revolusi industri 4.0 yang ditandai munculnya kecerdasan buatan (artificial intelligence). Semua aktivitas manusia berbasis pada teknologi robotis.

Kata Mahmud, konteks ini diakui mendatangkan banyak kemudahan bagi warga dunia, tetapi bersamaan dengan itu muncul fenomena disrupsi di sisi lain. Apa itu disrupsi? Menurutnya, disrupsi menginisiasi lahirnya model baru dengan strategi lebih inovatif dan kreatif.

Disrupsi dimana orang berlomba menciptakan inovasi. Banyak pihak yang menjadi korban era disrupsi, seperti transportasi konvensional, mall, dan media cetak. Lebih dari itu, era disruptif dapat menghancurkan tatanan nilai yang telah tertanam di masyarakat Indonesia.(isur)

No comments