[VIDEO] MUGI SUDJANA JADI IDOLA IBU-IBU DAN PARA TOKOH MASYARAKAT DI RANCAEKEK KAB. BANDUNG

Share:



Ini bakti sosial pengobatan gratis mata katarak untuk gelombang kedua, setelah sebelumnya 150 warga menjadi pasien di sini. Jumlah pendaftar sebenarnya mencapai 600-an orang sehingga panitia dari Ormas BBC Rancaekek dan pengurus RW 13 Rancaekek Kencana membaginya dalam dua tahap. Pada tahap kedua ini tim medis sejak pukul 7.30 memeriksa satu persatu pasien hingga berjumlah 150 pasien.

Kedatangan Ketua Umum Ormas BBC ke lokasi blok 13 ini menjadi pusat perhatian warga. Bahkan tidak sedikit yang minta berfoto bareng alias selfian. Kondisi seperti ini tidak hanya terjadi di Bandung, tetapi juga di hampir semua daerah yang dikunjungi Mugi Sudjana.

Dimata abah Aspara Septa, warga Rancaekek yang juga ahli kopi, yang selama ini sering menganalisa langkah-langkah Mugi Sudjana. Tidak hanya getol membantu masyarakat, Mugi Sudjana juga peduli terhadap lingkungan.

SB: Aspara Septa (Ahli Kopi)

Tidak hanya itu, para tokoh lainnya, termasuk pengurus ormas BBC Rancaekek sepakat meneladani Mugi Sudjana sebagai Ketua Umum Ormas BBC paling dermawan dan baik hati.

SB: Ir. Asep Deni (Ketua DPC Ormas BBC Rancaekek)
SB: H. Asep Dedi (Sekretaris DPC Ormas BBC Rancaekek)
SB: Asep ACU (Wkl. Sekretaris DPC Ormas BBC Rancaekek)

Sejak dikenal sebagai tokoh yang santun dan humanis, Mugi Sudjana juga sering dibicarakan banyak kalangan, tidak terkecuali kaum ibu di Rancaekek. Para ibu yang menjadi panitia Baksos pengoatan gratis mata katarak ini juga mengidolakan Mugi Sudjana sebagai tokoh paling rajin membantu rakyat kecil. Sebut saja Krisna Wulan, pemberdayaan perempuan dan tim penggerak PKK di RW 13 ini. Tak ketinggalan Yuyus Suprihat, Ketua RW 13 Rancaekek Kencana.

SB: Krisna Wulan (Ketua PKK RW 13 Rancaekek)
SB: Yuyus Suprihat (Ketua RW 13 Rancaekek Kencana)

Sebagai bukti ia serius membantu para pasien, pada kesempatan yang sama Mugi Sudjana juga membagikan kacamata baca bagi pasien yang telah terdiagnosa tim dokter ahli mata ormas BBC.

Isur Suryana melaporkan ...

No comments