KAMPUS UIN SGD BANDUNG BUKAN SARANG PENYAMUN | REKTORNYA HARUS BERSIH

Share:


MENJELANG pergantian rektor untuk periode 2019-2023 mulai muncul penilaian pengamat dan masyarakat terhadap kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kampus itu harus religius seperti namanya. Rektornya pun harus bersih dan agamis menunjukan identitas kampus dibawah naungan Kemenag RI.

Tokoh masyarakat Cibiru sekaligus seorang praktisi hukum Erdi D. Soemantri, SH, memberi komentar soal eksistensi UIN Bandung di mata masyarakat. Rektor UIN Bandung sebenarnya harus seorang pendidik yang tidak berpolitik.

"Rektor UIN Bandung harus punya wawasan luas dan mampu berbuat dan bersikap, tidak KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) sesuai namanya UIN,  memegang teguh agamanya," ungkap Erdi kepada INTRONEWS, Rabu 29 Mei 2019.  

Dengan tegas dan lugas Erdi menilai UIN Bandung sekarang lebih banyak orang yang melihat seperti sekumpulan kelompok KKN yang tidak profesional.  "Sedangkan mereka mendidik calon-calon yang bersikap profesional. Ini sangat disayangkan," tandas Erdi.

Erdi melihat formasi staf pengajar di UIN Bandung banyak yang diangkat dari saudara, kerabat, yang kurang profesional tetapi memberikan pengajaran yang tidak sesuai dngan bidangnya. "Ini jelas mengancam kualitas UIN secara akademis," tambahnya.

Menyikapi pemilihan rektor yang saat ini sudah mencatat enam kandidat yang diseleksi di Kemenag Pusat, Erdi sebagai masyarakat di sekitar kampus menghendaki terpilihnya rektor UIN Bandung yang bersih. 


Keenam calon dimaksud antara lain:
1.Prof Dr Aan Hasanah (Guru Besar Ilmu Pendidikan Psikologi Fakultas Tarbiyah & Keguruan), 
2.Prof Dr Agus Salim Mansyur (Guru Besar Ilmu Kurikulum Fakultas Adab dan Humaniora), 
3.Prof Dr Mahmud (Guru Besar Ilmu Pendidikan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan), 
4.Prof Dr Moh. Najib (Guru Besar Ilmu Hadits Fakultas Syariah dan Hukum), 
5.Prof Dr Muhtar Solihin (Guru Besar Ilmu Tasawuf Fakultas Ushuluddin)
6.Prof Dr Rosihon Anwar (Guru Besar Ilmu Tafsir Fakultas Ushuluddin).

"Selain itu, setidaknya rektor UIN Bandung harus bisa meningkatkan kualitas lulusan," kata mantan pengurus RW di kawasan dekat kampus UIN.

Jika ada pihak rektorat, sivitas akademika UIN Bandung yang mempertanyakan keterlibatan masyarakat, maka Erdi siap menjawab dengan tegas, masyarakat harus terlibat dalam soal ini. Karena jelas, lulusan UIN bandung langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Sementara itu terkait dugaan-dugaan penyelewengan dana sertifikasi guru yang sempat viral di media dan medsos tahun 2015 lalu, menurut Erdi harus dikonfirmasi kepada penyidik Polda jika perkaranya ditangani petugas.

"Saya tidak tahu, ada petugas yang berwenang menjawabnya. Tapi yang pasti kampus UIN Bandung jangan dijadikan sarang penyamun," pungkas Erdi.[IS]

ilustrasi foto: suryana dan Humas UIN SDG Bandung

No comments