NARKOBA BISA BIKIN PECANDUNYA JADI GILA | JAGALAH KELUARGA KITA

Share:


INI fenomena umum ketika seorang dokter ahli di RS Jiwa Jawa Barat menyatakan pecandu narkoba berpotensi gila. Demikian dr Riza Putra SpKJ, pelaksana tugas (Plt) Dirut Rumah Sakjit Jiwa Jawa Barat, yang mengumpulkan data di rumahsakitnya semakin banyak pasien yang berobat akibat pecandu narkoba.

Ketika berdiskusi mengenai soal ini, Senin Mei 2019 di kantornya, dr Riza Putra mengungkapkan, jumlah penyalahgunaan narkotika makin banyak, realita isi Lapas 40% penyalahgunaan narkotika. "Ada yang ditangkap ada yang direhabilitasi," kata Riza.

Zat narkotika itu target organ sasarannya adalah otak. Zat itu menghancurkan struktur pola berpikir, merubah prilaku, merubah pikiran, bahkan menyerang emosi orang normal. Mungkin awalnya ada masalah yang belum selesai. "Sangkanya, persoalan bisa selesai dengan narkoba, padahal itu kamuflase," tandas Riza.

Biasanya pengaruh dari sulitnya seseorang menyelesaikan masalahnya, atau dia dapat obat penenang itu dari kawannya. Dipaksa harus mengonsumsi narkoba supaya diakui sebagai kelompoknya. Tidak jauh beda dengan alkohol, target organnya adalah otak. Sehingga merusak kepada pikiran, emosi dan prilaku seseorang.

Stigma ke RSJ
Umumnya keluarga merasa malu jika gejala gila akibat narkoba dibawa ke RSJ. Padahal di RSJ Jawa Barat yang berlokasi di Cisarua, Kab. Bandung Barat itu juga ada program rehabilitasi bagi orang gila akibat narkoba.

"Gratis, tidak bayar karena ada program dari Kemenkes. Hanya saja mereka yang masuk ke sini akibat narkoba tidak dirawat. Masalahnya keluarga akan malu kalau masuk ke sini. Katanya stigma buruk," ungkap Riza.

Narkoba atau obat penenang, kecenderungannya rata-rata disangka akan menyelesaikan masalah, padahal tidak. Itu harus dilawan, RSJ Jawa Barat punya tim yang membantu mereka untuk menghilangkan ketergantungan narkotika.

Diakui Riza, jumlah mereka yang gila akibat narkoba cukup besar, tetapi yang masuk RSJ untuk rehabilitasi masih sangat kecil. Data dari BNN, kata dia, yang paling akurat. "Itu akan jadi musuh berat kita bersama untuk diselesaikan. Ini sangat menyangkut anak muda, kalau lemah gampang diatur ya sudah, negara kita akan kacau..." paparnya lagi.

Family Care
Cara memperkuatnya tentu dengan pendidikan, dan biasanya korban pecandu terpengaruh ajakan kawannya sesama pecandu. Maka dari itu pilihlah kawan yang baik, yang tidak membawa kita terjerumus ke dalam persoalan narkoba agar tidak menjadi gila.

Riza Putra sangat setuju jika korban pecandu narkoba dibawa ke RSJ untuk direhabilitasi, bukan untuk dipenjara. "Kita harus awasi keluarga kita, kalau mengucilkan diri dan berprilaku lain, itu harus diwaspadai, kontrol. Keluarga harus lebih peduli, karena kekuatan filter ada pada keluarga," tandas Riza.

Selain itu, regulasi pemerintah khususnya hukum soal narkoba harus dirobah. Regulasi harus memihak ke perbaikan (rehabilitasi) bukan hukuman dalam bentuk pasung atau penjara.

"Selama masih bisa diupayakan dengan cara rehab medis maka itu harus kita lakukan. Jika tidak maka masih ada upaya lain," pungkas Riza.[IS]
_________________________________
sumber: wawancara dr Riza Putra SpKJ
illustrasi foto: RSJ Jabar dan BNN

No comments