PULUHAN MILIAR ASET HASIL PENJUALAN NARKOTIKA DISITA BNN

Share:


HASIL kejahatan narkotika dan obat terlarang alias narkoba selama ini jarang banyak orang yang tahu. Dipakai apakah uang hasil penjualan barang haram itu? Juga tidak banyak yang faham. Kita tidak akan menyangka rumah mewah, mobil keren, tanah luas, perhiasan, dan bentuk pencucian uang lainnya adalah hasil penjualan racun bagi generasi muda kita.

Berkat kesigapan dan ketekunan penyidik BNN, hasil pencucian uang barang haram itu pun berhasil disita. Humas BNN Pusat menyebutkan, kegiatan Direktorat TPPU BNN Pada hari Kamis 16 Mei 2019 Pukul 05.00 WITA, telah menangkap pelaku tindak pidana pencucian uang [TPPU] narkotika sesuai LKN No. 41- TPPU/V/ 2019/BNN Tanggal 13 Mei 2019.

Para tersangka itu antara lain:
1. H. AGUS SULO alias LAGU.
2. SUKUR (DPO POLDA  Kalimantan Utara).

Kedua tersangka TPPU Narkotika tersebut ditangkap di Kec. Pancarejang Kab. Sidrap Sulawesi Selatan. Dan Tersangka H. AGUS SULO alias LAGU berperan sebagai BOSS NARKOTIKA dari SUKUR. Sedangkan peran dari tersangka SUKUR sebagai Penjual SABU.

Selain tersangka SUKUR, ialah H. AGUS SULO alias LAGU yang juga  memiliki anak buah lainnya yaitu FACHRI RAHMAN JAFAR yang saat ini masih ditahan di Lapas Tanjung Selor Kab. Bulungan Kalimantan Utara dalam kasus narkotika pada bulan September 2018 lalu.

A.  Berikut aset / harta milik tersangka  H. AGUS SULO alias LAGU yang telah diamankan sebagai berikut:
1.  Pabrik Rak Telur di Kab. Sidrap , dimiliki sejak tahun 2018, taksiran harga Rp5 Miliar, SHM diatasnamakan ABD WAHYU .
2. Rumah di Kab. Sidrap, dimiliki tahun 2016, taksiran harga Rp1 milyar, SHM diatasnamakan ABD WAHYU.
3. Tanah kosong sebanyak 2 (dua) KAVLING, di Kab. Sidrap, dimiliki tahun 2018, taksiran harga Rp300 juta, masih atas nama PEMILIK LAMA.
4. Tanah Sawah, dimiliki tahun 2016 taksiran harga Rp500 juta, diatasnamakan ABD WAHYU.
5. Membangun usaha Sarang Walet tahun 2017, lokasi di Kab. Siidrap, namun tanah milik mertuanya. Sedangkan biaya membangun gedung itu tersangka mengeluarkan biaya Rp260 juta.
6. Rumah di Kab. Pinrang, dimiliki tahun 2017, taksiran harga Rp1,2 miliar.
7. Mobil Toyota Lexus, beli baru tahun 2017 seharga Rp1,2 Milyar, taksiran harga saat ini Rp500 juta.
8. Mobil Mini Cooper, dibeli tahun 2017 seharga Rp1 Miliar,  taksiran harga saat ini Rp700 juta.
9. Tiga unit mobil Daihatsu GRAND MAX, dibeli tahun 2017 taksiran harga saat ini Rp300 juta.
10.Satu unit motor TRAIL KTM, dibeli tahun 2018 seharga Rp250 juta taksiran harga saat ini Rp300 juta.
11. Satu unit mobil Honda CRV tahun 2018, posisi sekarang di bengkel, karena pernah tabrakan di Kab. Sidrap,  mobil tersebut dipakai oknum anggota Polri dari Polres Sidrap.
12. Satu unit mobil Honda Civic sebagai lenyerahan dari ABD WAHYU alias KAYYUM,  taksiran harga Rp350 juta.
TOTAL aset dalam rupiah senilai Rp10 Miliar.

B.  Berikut aset/ harta milik Tersangka sdr. SUKUR sebagai berikut  :
1. Satu unit mobil Honda HRV, dibeli tahun 2016 seharga Rp380 juta taksiran harga saat ini Rp200 Juta.
2. Satu unit motor Yamaha Mio, dibeli tahun 2018, taksiran harga saat ini Rp14 juta.
3. Uang di rekening Rp8 juta.

Hasil kalau di rupiahkan asetnya sekitar Rp10,220 Miliar.

Sumber: Humas BNN

No comments