700 SANTRI IKUTI TES CBT PBSB 2019 DI UIN SGD BANDUNG | HASILNYA DIUMUMKAN JULI 2019

Share:



BANDUNG - Sebanyak 700 santri mengikuti test seleksi berbasis komputer (Computer Based Test/CBT) Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dalam negeri untuk tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2019 yang berlangsung di Gedung Lecture Hall UIN SGD Bandung, Kampus I, Jl. A.H.Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Selasa (18/06/2019).

Wakil Rektor I, Prof. Dr. H. Asep Muhyidin, M.Ag didampingi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Drs. H. Ahmad Luthfi, M.M., Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Jaenudin, M. Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, Wakil Dekan I, Dr. Mulyana, Lc., M.Ag dan Wakil Dekan II, Dr. Wawan Hernawan, M.Ag, Kabid PD Pontren, H. Abubakar Sidik menjelaskan, PBSB menjadi bagian dari afirmasi Kemenag dalam memperluas akses santri untuk mendapatkan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi terbaik.

"Kebijakan ini didasarkan pada fakta posisi strategis pesantren dalam ikut mencerdaskan dan menjaga kedamaian  kehidupan bangsa," papar Asep Muhyidin. Mengingat peran besar pesantren berkontribusi dalam peningkatan akses partisipasi pendidikan masyarakat telah diakui semua pihak, namun perlu ditindaklanjuti melalui usaha peningkatan mutu dan kapasitas kelembagaaan pendidikan, bahkan terhadap komunitas pesantren, khususnya santri.
 
“Seleksi PBSB di UIN SGD Bandung diikuti 700 santri yang hari ini secara serentak dilaksanakan di 34 provinsi berjumlah 4.160 santri," tandasnya.

Wakil Rektor I menuturkan tes PBSB ini menggunakan Computer Based Test (CBT) dengan lima sessi tes; yakni tes potensi akademik (60 menit), tes bahasa dan kepesantrenan (60 menit), tes kemampuan bidang studi (90 menit), tes tahfizh al-Qur’an khusus bagi santri yang mendaftar pada UIN Malang (150 menit), tes membaca kitab kuning dan hafalan 100 bait nazhom alfiyah khusus bagi santri yang mendaftar pada Ma’had Aly (60 menit)

Mengenai tes CBT-PBSB ini, Wakil Rektor I mengapresiasi pelaksanaan tes tersebut yang berjalan lancar sesuai arahan panitia pusat melalui Kanwil Kemenag Jabar dan menjadi harapan semua pihak.

Santri ABK
Sebagai bentuk mengakomodasi calon mahasiswa dari kelompok disabilitas, pihak panitia mengikutsertakan satu peserta yang dikategorikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). "Dari peserta tes PBSB yang berjumlah 700 santri itu terdapat 1 yang difabel, ia bernama Nailatudz Dzakirah Nurshalihah, atau biasa dipanggil Nalia," kata Wakil Rektor I itu.

Perempuan kelahiran 12 April 2001 ini ikut tes PBSB sesi 1 dari pukul 08:00 sampai 11:45 WIB dengan pilihan perguruan tinggi Insitut Pertanian Bogor, memilih program studi: 1. Nutrisi dan Teknologi Pakan, 2. Teknologi Hasil Ternak.

Wakil Rektor I mengatakan, keikutsertaan Nailatudz merupakan bentuk kepedulian Kemenag terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Sikap ini, merupakan implementasi dari pasal 31 ayat (1) UUD 1945 bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

“Kami tidak diskriminatif. Siapa pun berhak mengikuti pendidikan di bawah lingkungan Kemenag, asal telah mengikuti dan memenuhi syarat serta ketentuannya,” pungkasnya.

Soleh, orang tua Nalia menuturkan, pemakaian kursi roda anaknya bukan dari lahir, tapi tiga bulan ke belakang jatuh dari motor sehingga kakinya patah. "Untuk ikut tes UTBK kemarin masih terlentang. Alhamdulillah sekarang sudah bisa duduk.Saya berharap dengan mengikuti tes ini anak saya bisa kuliah karena sangat kuat keinginginanya untuk melanjutkan sekolah," papar Soleh.

Untuk hasil seleksi akan diumumkan secara online pada Juli mendatang. Santri yang dinyatakan lulus harus segera melengkapi pemberkasan pada Kanwil Kemenag Provinsi masing-masing untuk melakukan legalisir dan pelengkapan administrasi lainnya.[rls/IS]

Sumber dan Foto: Humas UIN SGD Bandung

No comments