EKA SANTOSA MINTA MAAF KEPADA BUNG KARNO | TIDAK BISA MENJAGA UUD 1945

Share:

 

TANGGAL 6 juni  lalu adalah tanggal kelahiran KUSNO alias Soekarno atau panggilan yang menunjukan kesetaraannya dengan semua orang dan semua bangsa. Ia tokoh yang lebih senang dipanggil Bung Karno, penyambung lidah rakyat, sekaligus pimpinan besar revolusi Indonesia.

Ini sentilan setengah radikal dari pemikiran Eka Santosa, politikus PDI yang menyeberang ke Partai NasDem kemudian berpose di Partai Berkarya untuk terakhir kalinya. Entah setelah ini. Sedikit sentilan atas kondisi saat ini, dimana Eka Santosa kecewa atas sikap para pembesar negeri ini yang justru mengutak-atik UUD menjadi kehilangan marwah pendiri negeri ini.

Dalam obrolan android melalui whatsapp, Eka Santosa menuturkan kekecewaannya atas watak petinggi negeri yang ia anggap menjauhi marwah Bung Karno. Kata Eka Santosa, kalau Bung Karno masih hidup, beliau akan marah dan akan mengajak para pengikutnya untuk melawan mereka yang melakukan perubahan (amandemen) terhadap UUD 1945, sekalipun yang melakukan itu anaknya sendiri.

"Dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Bung Karno, saya minta maaf kepada Bung Karno   tidak bisa menjaga keutuhan UUD 1945 sebagaimana Bung Karno rancang dan tetapkan selaku Presiden Pertama RI," ungkap Eka Santosa dalam tulisan chatnya.

"Tapi saya minta doa kepada Bung Karno dari alam kuburnya, ini keinginan kita semua, saya akan berjuang sekuat dan sekemampuan saya untuk kembali ke UUD 1945 secara murni dan konsekuen," kata Eka Santosa, Ketua Umum Gerakan Hejo itu.

Karedok Leunca
Pada tulisan chat berikutnya di whatsapp, Eka Santosa beralih ke celoteh soal Indonesia sebenarnya negara paling surgawi. Nikmati hidup yang enak. Tetapi kita seharusnya bersyukur berada di negara damai, kekayaan alamnya melimpah, budaya tidak ada bandingnya di dunia.

Ada percikan sedikit hal masih dalam batas batas tertentu yang segera bisa diatasi. Kata Eka, bagaikan nikmatnya makan Karedok Leunca di siang bolong. Itula gambaran Indonesia dimasa lalu, semoga indah dimasa kini untuk dinikmati anak-cucu di masa mendatang.

Dibanding negara dan bangsa lain seperti di Timur Tengah yang terus menerus membangun konflik dan peperangan, sehingga menimbulkan kesengsaraan lahir dan bathin. Hidup warganya tidak tenang, dimana-mana merasa terancam dengan teror ledakan bom.

Sisi lain, kemiskinan dan kelaparan  dimana-mana, ribuan bahkan mungkin jutaan anak terlantar dan ibu-ibu para kaum hawa menjadi bagian tindak kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Eka Santosa dapat kabar dari kerabat yang bertugas sebagai dokter kesehatan, dia menceriterakan perjalanannya sambil menangis.

Katanya terbayang terus ketika dia sedang bertugas medis, ada seorang anak sedang diobati dan diberi gizi, lalu anak itu bertanya, apakah doter punya obat [suntikan] yang bisa menahan lapar  seumur hidup?

Betapa sengsaranya warga akibat konflik dan peperangan yang tidak ada hentinya. "Mari berdamailah dan bersyukur  atas anugrah yang dilimpahkan oleh Tuhan yang Mahaesa kepada bangsa kita," pungkas Eka Santosa.[IS]

No comments