SANTRI JUGA BISA KULIAH DI UIN SGD BANDUNG | IKUTI CARANYA DI SINI..!!

Share:


BANDUNG - Melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) antara UIN SGD Bandung dengan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, upaya mencetak sarjana-ulama zaman now dan mengangkat marwah santri bermartabat segera terwujud.

Pernyataan itu disampaikan Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si didampingi Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Drs. H. Ahmad Luthfi, M.M., Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama Dr. H. Jaenudin, M. Ag, Dekan Fakultas Ushuluddin, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, Wakil Dekan I, Dr. Mulyana, Lc., M.Ag dan Wakil Dekan II, Dr. Wawan Hernawan, M.Ag pada Pembukaan Rapat Koordinasi Persiapan PBSB Dalam Negeri Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 yang digelar di Hotel Mutiara Bandung, Rabu (12/6/2019).

Rektor menuturkan keberadaan sarjana ulama zaman now yang berasal dari santri, lulusan pondok pesantren sangat  dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat, karena mereka menggunakan teknologi dalam dakwahnya.

Kata Rektor, tahapan untuk mencetak ulama zaman now terus ditingkatkan dan ditempuh prosesnya. Baginya, konsep ini tidak cuma untuk mencetak kiai, ulama biasa, tapi bertujuan membentuk, mengkader dan menghasilkan kiai, ulama yang memahami ilmu agama dan melek dengan perkembangan zaman dan teknologi. "Oleh karena itu, kami sebut sebagai sarjana-ulama zaman now. Salah satu cara menyiapkannya melalui PBSB," tandasnya.
 
Perluas Akses Santri
PBSB menjadi bagian dari afirmasi Kemenag dalam memperluas akses santri untuk mendapatkan kesempatan belajar di Perguruan Tinggi terbaik. Kebijakan ini didasarkan pada fakta posisi strategis pesantren dalam ikut mencerdaskan dan menjaga kedamaian  kehidupan bangsa.

Mengingat peran besar pesantren berkontribusi dalam peningkatan akses partisipasi pendidikan masyarakat telah diakui semua pihak. Namun hal ini perlu ditindaklanjuti dengan usaha untuk meningkatkan mutu dan kapasitas kelembagaaan pendidikan, bahkan terhadap komunitas pesantren, khususnya santri.

Rektor menegaskan, pemberian beasiswa pada santri yang secara ekonomi kurang mampu, tapi bersemangat untuk melanjutkan kuliah dan belajar agama dengan sungguh-sungguh dapat meningkatkan marwah santri yang unggul dan bermartabat. 

"Setelah diterima di UIN SGD Bandung. Mereka di siang hari kuliah dan malamnya kembali ke Rumah Al-Quran dibawah asuhan Profesor dan doktor muda untuk mondok, menimba dan memperdalam ilmu-ilmu keislaman," paparnya.

Selama kuliah mereka akan mendapatkan pendidikan umum, teknologi informasi, dan ilmu agama. Tentunya segala kajian dan ilmu-ilmu kontemporer diajarkan. Misalnya, fiqih tentang lingkungan, fiqih tentang lalu lintas, dan lain sebagainya. Sedangkan di Rumah Al-Quran mereka diasuh oleh Profesor yang didampingi doktor-doktor tetap mempelajari kitab-kitab klasik. 

Dengan metode ini, Rektor beryakinnan nantinya mahasiswa mampu berdakwah dengan cara cepat di masyarakat modern yang serba menggunakan teknologi. Sebagai contoh pada saat menerangkan ayat-ayat tentang dahsyatnya kiamat, dengan kemampuan teknologi yang dimiliki mahasiswa mampu menampilkan animasi yang menggambarkan peristiwa tersebut. 

"Dengan begitu, penjelasannya akan lebih cepat dapat dimengerti, sehingga lulusan UIN SGD, yakni sarjana ulama zaman now ini siap bersaing dengan perguruan tinggi lain yang sangat memegang teguh falsafah telur ayam daripada telur bebek,” ujarnya.
Kabid PD Pontren, H. Abubakar Sidik menjelaskan seleksi PBSB ini merupakan agenda tahunan dari Direktur PD Pontren Kemenag RI. Sudah beberapa tahun belakangan ini, Kanwil Kemenag Jawa Barat mengadakan kerjasama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk pelaksanaan PBSB.

"Saya berharap Rakor ini dapat membahas berbagai hal penting dan harus dilaksanakan pada saat seleksi nanti. Selain itu juga menyamakan visi misi antara Kanwil Kemenag Jabar dengan UIN SGD sehingga dapat tercipta dan terjalin kerjasama yang baik," paparnya.

Melalui Kabid PD Pontren, pihak Kanwil Kemenag mengucapkan rasa terima kasihnya kepada pihak UIN SGD, khususnya Fakultas Ushuluddin yang bersedia dilibatkan untuk menyukseskan pelaksanaan seleksi PBSB yang akan digelar pada 18 Juni 2019 di Gedung Lecture Hall UIN SGD Bandung.

Menurutnya, PBSB memberikan kesempatan bagi seluruh santri tingkat akhir (aliyah/ula) lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 serta berasal dari MAN/MAS bagian dari pondok pesantren, Satuan Pendidikan Muadalah, Pendidikan Diniyah Formal, dan Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah yang telah memiliki nomor statistik pondok pesantren.

"Dengan PBSB ini diharapkan para santri memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi sehingga para santri dapat mengabdi di pondok pesantren dan menjadi calon ulama cerdas," ujarnya.
 
Jadwal Seleksi PBSB
Ketua Panitia Penyelenggaraan PBSB DN Tingkat Provinsi Jawa Barat, H. Aep Tata Suryana menambahkan, santri yang akan mengikuti PBSB berjumlah 700 orang dari hasil seleksi administrasi dengan jumlah pendaftar sebanyak 1024 orang.

"PBSB dilaksanakan pada tanggal 18 Juni 2019 bertempat di Gedung Lecture Hall UIN SGD Bandung dengan kepanitiaan dan pengawas berjumlah 115 orang yang berasal dari Kanwil Kemenag Jawa Barat dan UIN SGD Bandung," terangnya.

Ketua Pelaksana, menegaskan kepada panitia dan pengawas yang sudah ditugaskan agar dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan pembagian tugasnya.

"Datang harus tepat waktu dan untuk pengawas harus jeli melihat praktik-praktik kecurangan yang terjadi pada saat CBT berlangsung karena bagi peserta yang berbuat curang akan langsung didiskualifikasi," pungkasnya.[rls/IS]

Sumber dan Foto: Humas UIN SGD Bandung

No comments