PROFESOR AGUS SALIM YAKIN MAMPU BIKIN UIN SGD BANDUNG UNGGUL-KOMPETITIF-BEREPUTASI INTERNASIONAL

Share:


BANDUNG - Pemilihan rektor UIN SGD Bandung utuk periode 2019-2023 yang menggiring enam kandidat ke Kementerian Agama RI, sudah masuk pada tahap persiapan perengkingan. Hal itu diketahui seminggu setelah para kandidat melakukan tes wawancara di Kementerian Agama RI.

Keenam calon dimaksud antara lain, Prof Dr Aan Hasanah (Guru Besar Ilmu Pendidikan Psikologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan),  Prof Dr Agus Salim Mansyur (Guru Besar Ilmu Kurikulum Fakultas Adab dan Humaniora), Prof Dr Mahmud (Guru Besar Ilmu Pendidikan Sosial Fakultas Tarbiyah dan Keguruan), Prof Dr Moh. Najib (Guru Besar Ilmu Hadits Fakultas Syariah dan Hukum), Prof Dr Muhtar Solihin (Guru Besar Ilmu Tasawuf Fakultas Ushuluddin) dan Prof Dr Rosihon Anwar (Guru Besar Ilmu Tafsir Fakultas Ushuluddin).

Salah satu calon rektor UIN Bandung yang bersedia berbagi pengalaman dengan media terkait perekrutan calon rektor tersebut, Prof Agus Salim Mansyur yang juga Direktur Pascasarjana UIN SGD Bandung. Kepada INTRONEWS, Rabu (3 Juli 2019) ia mengaku, tidak mengalami kendala saat diwawancarai tim seleksi.

Wawancara yang rata-rata satu kandidat berdurasi 15 menitan itu pertanyaannya seputar visi misi yang dokumennya sudah dikirim pada 2 Mei 2019 bersamaan pendaftaran ke Kementerian Agama. "Alhamdulillah saya menjawab semuanya, apalagi masalah yang ditanyakan substansinya ada pada visi misi. Insya Allah saya sangat mendalami seluruh klausul visi misi yang saya ajukan," kata Agus Salim.

Paling mendasar dari yang ingin Agus Salim beberkan adalah UIN Bandung yang unggul, kompetitif, dan bereputasi. Tidak hanya di tingkat lokal, regional, maupun nasional, tetapi UIN SGD Bandung harus mampu berada pada puncak rating tertinggi perguruan tinggi Islam negeri di tingkat global (dunia). "UIN SGD Bandung harus punya reputasi yang baik di tingkat internasional," ungkap Agus Salim.

Komitmen Agus Salim memegang tampuk kepemimpinan di UIN Bandung terutama untuk memajukan kajian-kajian Islam. Tidak ansih keilmuan Islam semata, tetapi segala macam ilmu. Karena, kata Agus Salim, pada dasarnya seluruh keilmuan itu berasal dari Allah SWT dan ditemukan oleh para ilmuwan Islam zaman dulu.

"Seperti ilmu kedokteran dari Ibu Sina, Matematika dari Aljabar, ada juga Algoritma, semuanya bersumber dari Islam karena penemu ilmu itu juga para ilmuwan Islam," tandasnya.

Ada yang Agus Salim anggap menarik saat berdebat dengan tim seleksi mengenai istilah leader dan manager. Untuk seorang rektor UIN Bandung, kata Agus Salim, harus memiliki kemampuan leader dan manajer. Leader itu, mengerjakan sesuatu yang penting benar. Sedangkan manajer mengerjakan sesuatu yang akan benar.

"Yang saya mau sebenarnya bukan berdebat soal itu, tetapi jenis manajemen apa yang paling pantas dan pas untuk memimpin UIN SGD Bandung," kata Agus Salim. Dengan keilmuan yang mumpuni dan keahlian yang dimilikinya, Agus Salim berkeyakinan sanggup membuat UIN Bandung menjadi perguruan tinggi Islam negeri yang unggul, kompetitif, dan bereputasi internasional.[IS]

Sumber : Wawancara
Foto: Humas UIN SGD Bandung

No comments