SISWANDI: TRAGEDI KEADILAN ITU VONIS 6 TAHUN ATAS FERLI FAISAL SALIM PECANDU NARKOBA

Share:


JAKARTA (intronews) - Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkoba (GPAN) Brigjen Pol Purn Drs Siswandi, sangat menyesalkan dan prihatin atas Putusan Hakim kasus narkoba terhadap Ferli Faisal Salim. Ia harus dipenjara enam tahun denda Rp1 miliar atau kurungan tiga bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dikuatkan Pengadilan Tinggi dan Kasasi ditolak Mahkamah Agung.

"Putusan ini menurut saya tidak mempertimbangkan secara fakta korban penyalahguna dan pecandu narkoba terhadap terpidana Ferli Faisal Salim yang dihukum 6 tahun denda Rp1 miliar atau kurungan 3 bulan oleh PN Jaksel dikuatkan oleh PT dan kasasi ditolak oleh Mahkamah Agung," papar Siswandi melalui wawancara android di Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

"Yang aneh, kenapa dengan Jeniferdun (mantan pesinetron, red) yang ikut menikmati sabu hanya dihukum 10 bulan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta," tandas Siswandi. Catatan pentingnya, dimana sikap konsistensi Mahkanah Agung dengan Surat Edaran atau Sema Nomor 4 Tahun 2010. Kalau yakin 114 buktikan hasil kejahatan tersebut pidana pencucian uang.

"Putusan Ferli Faisal Salim yang ditolak kasasinya oleh Mahkamah Agung adalah tragedi keadilan bagi pecandu narkoba," tandas Siswandi lagi.

Rumus vonis hukum yang dianggap aneh:
-Ferli 6 tahun 3 bulan (kasus narkoba)
-Jeniferdun 10 bulan (kasus narkoba)
-Padahal keduanya sama-sama pengguna BB 0,4140 gram sabu.

Siswandi mengajak semua pihak untuk merenungkan persoalan aneh ini. "Mau dibawa kemana para korban penyalahguna dan pecandu narkoba?" kata Siswandi.

Korban penyalahguna dan pecandu narkoba, seperti dikatakan Komjen Pol P Dr Anang Iskandar SIK SH MH, Mantan Kepala BN, adalah orang pesakitan yang perlu diobati melalui rehabilitasi. Bukan dipenjara. "Dikemanakan korban, pecandu, BB sedikit banget," pungkasnya.[IS]

No comments