TARZAN DAN TEMAN-TEMAN SRIMULAT BERHARAP NUNUNG TIDAK DIPENJARA | GPAN SIAPKAN TIM LAWYER

Share:


JAKARTA - Komedian Nunung asal pemain Srimulat ditangkap karena kedapatan menggunakan sabu. Bersama suaminya Juli Jan Sambiran, Nunung terjerat kasus narkoba di rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Jumat 19 Juli 2019 sekitar pukul 13.15 WIB. Atas kejadian tersebut, para personel Srimulat menyatakan kaget, syok, dan tidak menyangka sekaligus prihatin.

Rasa prihatin dan kaget tersebut terucap saat Tarzan, Polo, Tessy, dan sejumlah kawakan Srimulat lainnya menemui Ketua Umum Generasi Peduli Anti Narkota (Ketum GPAN) Brigjen Pol. Purn. Drs. Siswandi untuk memberikan keterangan pers. Kepada sejumlah awak media, Tarzan mengawali pembicaraan bahwa ia dan kawan-kawan tidak menyangka atas perkara yang menimpa Nunung hingga ditangkap aparat Polda Metro Jaya.

Disusul Kabul Basuki alias Tessy yang tidak menyangka atas penangkapan Nunung karena pada bulan suci Ramadan kemarin ia sebulan full bertemu Nunung. Tessy tidak melihat gejala Nunung mengonsumsi narkoba.

"Dia biasa-biasa aja tuh, makanya saat Nunung diamankan polisi itu saya sangat amat terkejut. Masa iya sih, pas melihat di tv tambah kaget lagi," ungkap Tessy yang duduk persis sebelah kiri Siswandi.

Yang merasa sangat sedih dan prihatin adalah Polo. Posisi duduk Polo yang persis sebelah kanan Siswandi itu mengaku tidak menyangka Nunung terjerat narkoba dan diamankan polisi. Melalui wadah GPAN, kata Polo, ia tidak pernah berhenti menyuarakan supaya kawan-kawan pemain Srimulat stop narkoba.

"Kalau toh masih ada yang menggunakan, tolong berhenti. Cari, temukan, dan rehabilitasi. Kalau yang kedapatan menggunakan narkoba, sadar dan kalau ingin hidup sehat satu-satunya jalan ya rehabilitasi. Melihat kondisi saat ini, sangat sedih dan prihatin," kata Polo.

Polo juga tidak menyangka Nunung ditangkap polisi, sebab ia juga tidak melihat gejala Nunung dan suamimya menggunakan narkoba. Polo masih bisa bicara seputar keluarga masing-masing dengan Nunung dan suaminya. Polo melihat kesibukan Nunung yang luar biasa, baik syuting maupun pekerjaan offline. "Saya selalu mengatakan kepada Nunung agar jaga kesehatan," ucap Polo.  
 
Siapkan Tim Lawyer
Siswandi, baru dua kali pertemuan Srimulat bahwa kita ingin bangkit kita pelopori dari GPAN. Apapun kejadiannya ini musibah. Seperti dikatakan tim Srimulat kepada Siswandi, kita akan membantu Nunung dari upaya hukum. GPAN sudah menyiapkan tim lawyer untuk mendapingi Nunung.

"Saya harapkan penyidik berlaku proporsional. Dudukan pada porsinya. Kita lihat nanti hasil perkembangan penyidikan. Tapi yang jelas kita lihat dari media jumlah barang bukti itu 0,36 gram, berarti dibawah surat edaran Mahkamah Agung (SEMA). Di media juga Nunung mengatakan baru lima bulan mengonsumsi narkoba ini," kata Siswandi.

Siswandi berharap para penyalahguna dan pecandu narkoba ditempatkan bukan di penjara tetapi direhabilitasi. "Korban penyalahguna dan pecandu narkoba itu wajib direhabilitasi. Inilah tegakkan UU 35 Tahun 2009 pada porsinya. Jangan dicari-cari, yang penyalahguna dan pecandu dipenjara, yang tidak malah direhabilitasi," tandas Siswandi.

Siswandi mencontohkan, "Kita lihat mundur ke belakang, ada orang politik direhabilitasi. Nah ini jangan dicari-cari, kan ada porsinya. Dan kita akan dampingi Mbak Nunung dari GPAN. Mbak Nunung yang sabar, mudah-mudahan cobaan ini membuat Mbak Nunung bangkit. Kalau direhabilitasi mungkin ada kesembuhannya. Kalau dia ditempatkan di penjara malah akan menjadi-jadi," papar Siswandi.

Menurutnya, yang kena narkoba itu orang pesakitan. Sedangkan orang pesakitan itu harus diobati melalui rehabilitasi. Yang diobati di panti rehabilitasi saja tidak 100 persen sembuh, apalagi yang tidak diobati di rehabilitasi.  

Siswandi menceritakan keseriusannya memberantas narkoba, belum lama ini tanggal 20 Juni 2019 GPAN mengadakan seminar nasional yang temanya "Penyalahguna dan korban narkoba itu direhabilitasi". Para pemain Srimulat juga hadir dan memberikan testimoni di depan peserta seminar. "Itulah UU-nya bahwa penyalahguna dan korban pecandu narkoba itu direhabilitasi," kata Siswandi.

"Saya berharap aparat Polda Metro Jaya bertindak proporsional, dudukan pada porsinya, mana yang bandar, pengedar, mana yang korban dan pecandu," pungkas Siswandi.[IS]

No comments