TIM DEBAT BAHASA ARAB DAN TAE KWON DO POOMSAE UIN SGD BANDUNG RAIH EMAS PIONIR IX



MALANG - Kontingen UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung meraih emas untuk cabang Debat Bahasa Arab (DBA) dan Tae Kwon Do Poomsae (Seni) putri pada Pekan Ilmiah Olahraga Seni dan Riset (Pionir) IX Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) se-Indonesia yang berlangsung di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, Drs. H. Akhmad Lutfi, M.M., didampingi Kepala Bagian Kemahasiswaan, Wawan Gunawan, M.M., menuturkan, “Alhamdulillah berkat doa dan dukungan dari semua pihak. Untuk hari kemarin, sampai malam tadi, kontingen kita mendapatkan dua emas, pada cabang Debat Bahasa Arab dan Tae Kwon Do,” paparnya, Sabtu (19/07/2019).

Tim Debat Bahasa Arab (DBA) terdiri dari Hojjatullah Ali Mohaqqiqi, mahasiswa semester 4 jurusan Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin dan Vera Fibryani Putri, mahasiswi semester 6 jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) ini berhasil menyisihkan 42 tim dengan skor 935 dan meraih juara satu.

Sedangkan Santika Purnama, mahasiswi semester 6 jurusan Pendidikan Fisika Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) untuk Tae Kwon Do Poomsae (Seni) ini berhasil menyisihkan 17 peserta dengan skor 7.750 dan meraih juara satu.

Kepala Biro AUPK menuturkan “Kemenangan ini merupakan sebuah kepuasan dan kebanggaan bagi kami, karena tim debat bahasa Arab dan Tae Kwon Do dapat mengukir prestasi terbaiknya dengan mengharumkan nama UIN SGD Bandung di ajang Pionir IX UIN Malang ini,” tegasnya.

Vera didampingi  Dr. Dadan Rusmana, M.Ag., official DBA mengatakan Alhamdulillahirabbil 'aalamin, berkat usaha dan dorongan doa dari berbagai pihak yang ikut serta membantu kami dalam melewati beberapa tahapan perlombaan debat bahasa Arab ini, "akhirnya kami mampu memberikan perolehan medali emas terbaik untuk kampus tercinta," ungkapnya.

Sungguh pencapaian yang luar biasa, benar-benar kejutan yang tak disangka sangka. Menurut Vera, sejak babak penyisihan menuju babak perempat final dan sampai di semi final score pihaknya tak pernah menempati peringkat pertama.

"Selalu stuck di urutan ke 3 bahkan ke 4, tapi di babak terakhir ini dengan persiapan yang masih terbilang minim, kami benar-benar berusaha menampilkan yang terbaik sebisa mungkin. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT akhirnya kami mampu melewati hal tersebut dengan hasil yang out of the box," ujarnya.

Vera mengucapkan terimakasih dalam bahasa arab kepada semua pihak yang senantiasa mendukung kerja keras dan usahanya. Kata dia, jazaakumullahu khairan katsiron.

Santika, merasa senang dan bersyukur atas prestasi ini. “Alhamdulillah saya bersyukur atas prestasi ini dan merasa senang sekaligus, bangga dapat menyumbangkan emas untuk kampus tercinta. Terima kasih kepada Allah SWT, kedua orangtua tercinta, dosen, staf, UKM Tae Kwon Do, pelatih, teman-teman, khususnya Lukman Abdul Hakim," ujarnya.

Dengan diraihnya juara ini, lanjut Santika, mesti menjadi langkah awal untuk meraih prestasi-prestasi lain yang dapat mengharumkan kampus tercinta. "Dengan mendapatkan juara ini saya dapat belajar banyak dari perlombaan, terus meningkatkan latihan untuk mengikuti perlombaan, sehingga dapat meraih prestasi. Untuk UKM Tae Kwon Do terus melahirkan atlet-atlet yang dapat juara pada setiap perlombaan. Sedangkan untuk kampus tercinta, mudah-mudahan menjadi juara umum," pungkasnya. 

Urutan mendali perlombaan Debat Bahasa Arab. 1. UIN SGD Bandung. 2. UIN Malang. 3. UIN Jakarta. Sedangkan pada Tae Kwon Do Poomsae (Seni) putri: 1. UIN SGD Bandung. 2. UIN Lampung dan 3. UIN Malang.[rls/IS]

Sumber dan foto: Humas UIN SGD Bandung

No comments

Powered by Blogger.