UIN SGD BANDUNG DAN KOMPAK GELAR UMD DI KAB. BANDUNG | UNIVERSITAS MEMBANGUN DESA

Share:


BANDUNG - UIN SGD Bandung bekerjasama dengan KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejehteraan), sebuah Lembaga kemitraan Pemerintah Australia Indonesia, menggelar program Universitas Membangun Desa melalui Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas) Tematik Legal Identity (identitas hukum) di Kabupaten Bandung dari tanggal 31 Juli sampai 31 Agustus 2019.

Kepal Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Dr. H. Ramdani Wahyu Sururie, M.Ag, M.Si menjelaskan, Program KKN Sisdamas Tematik Identitas Hukum yang dilaksanakan Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berlangsung di Kecamatan Pasir Jambu dan Ciwidey Kabupaten Bandung, menerjunkan 60 mahasiswa dari Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung.

Sebelum diberangkatkan ke lokasi, 60 mahasiswa FSH UIN SGD Bandung mendapat Pembekalan KKN Sisdamas Tematik Identitas Hukum, Universitas Membangun Desa (UMD) tentang urgensi identitas hukum di Aula Lecture Hall, Kampus I, Jalan AH Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Kamis (11/07/2019).

Pembekalan diberikan oleh Kepala Seksi Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Perguruan Tinggi Islam (Diktis), Muhammad Aziz Hakim, MH, Ketua Pengadilan Agama Soreang (H. A. Nafi Muzakki, S.Ag, MH), Kasi Bimas Islam Kemenag Kab. Bandung (Drs. Undang Suryana, M.Si), Kabid pada Disdukcapil Kabupaten Bandung (H, Iwan Ridwan, M.Si), Tim dari KOMPAK, PUSKKAPPA dan IPPMI, Kepala Desa yang dihadiri Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, (Dr. Munir, MA)

Menurut Dr. H. Ramdani, tujuan dari KKN Sisdamas tematik identitas hukum ini agar para mahasiswa bersama masyarakat bisa mendorong terbitnya sejumlah dokumen hukum berupa Akta Nikah, Akta Lahir, KTP, Kartu Keluarga, Akta Wakaf dan lain-lain.

"Selama mereka melaksanakan KKN 1 bulan di medio Agustus nanti, para mahasiwa peserta KKN akan mendorong masyarakat tanpa identitas hukum memperoleh identitas hukum tersebut," paparnya, Jumat (12/07/2019).

Kata Muhammad Aziz Hakim, MH, dokumen identitas hukum ini sangat penting bagi masyarakat untuk memperoleh akses kesehatan, pendidikan dan bantuan pemerintah. "Masyarakat yang tanpa identitas hukum akan sulilt mengakses tiga bidang tadi," ungkapnya.

Ketika ditanya target dokumen identitas hukum yang bisa dicapai dalam kegiatan KKN Sisdamas Tematik ini, Dr. H. Ramdani menjelaskan, "itu tergantung kesiapan mahasiswa dan kesediaan masyarakat memperoleh dokumen identitas hukum ini. Bisa jumlahnya ratusan, bahkan bisa lebih".
 
Dr. Munir berharap agar KKN Sisdamas Tematik idenitas hukum ini mampu membantu melayani masyarakat  di Kabupaten Bandung, khususnya dalam memperoleh dokumen identitas hukum.

Sementara Citra Aulia, Innovation Manager dari Kompak menuturkan, "apabila KKN ini sukses, maka akan dijadikan replikasi bagi univeristas di Indonesia untuk membagun desa melalui kegiatan KKN tematik identitas hukum," pungkasnya.[rls/IS]

Sumber dan foto: Humas UIN SGD Bandung

No comments